NEWSTICKER
Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar/Antara/Muhammad Adimaja.
Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar/Antara/Muhammad Adimaja.

Patrialis Akbar Melunasi Denda Rp300 Juta

Nasional Kasus Suap Kasus suap hakim
Antara • 24 Maret 2020 15:57
Jakarta: Terpidana mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Patrialis Akbar, melunasi denda Rp300 juta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pelunasan itu sesuai putusan peninjauan kembali (PK).
 
"KPK pada 9 Maret 2020 telah melaksanakan penyetoran ke kas negara sebagai salah satu komponen asset recovery yang dilakukan oleh KPK," kata pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri di Jakarta seperti dikutip dari Antara, Selasa, 24 Maret 2020.
 
Baca:MA Potong Masa Hukuman Patrialis Akbar

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jaksa Eksekusi KPK melaksanakan putusan PK Nomor 156 PK/Pid.Sus/2019 tanggal 27 Agustus 2019. Yakni, menjatuhkan pidana penjara selama 7 tahun dan denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan pada Patrialis.
 
Pidana badan telah dieksekusi pada 3 Oktober 2019. Pada 2017, Patrialis juga membayar uang pengganti sebesar Rp4.043.195 dan US$10ribu melalui rekening KPK.
 
"Pada 2 Oktober 2017, KPK telah melaksanakan penyetoran pembayaran uang pengganti tersebut ke kas negara," ucap Ali.
 
Majelis Hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada 4 September 2017 memvonis Patrialis delapan tahun penjara ditambah denda Rp300 juta subsider tiga bulan kurungan. Patrialis terbukti menerima suap 10 ribu dolar AS dan Rp4,043 juta untuk mempengaruhi putusan uji materi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan.
 
Patrialis terbukti menerima uang dari Basuki Hariman selaku sebagai beneficial owner (pemilik sebenarnya) perusahaan PT Impexindo Pratama dan dari General Manager PT Impexindo Pratama Ng Fenny. Uang itu diterima Patrialis melalui seorang perantara bernama Kamaludin untuk mempengaruhi putusan Perkara Nomor 129/ PUU-XIII/ 2015 terkait uji materi atas UU No. 41 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif