Eks Dirjen Hubla Dijebloskan ke Sukamiskin
Antonius Tonny Budiono (tengah) seusai menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (17/5). Foto: MI/Barry Fatahillah
Jakarta: Jaksa eksektor pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjebloskan Antonius Tonny Budiono ke bui. Tonny akan mulai menjalani masa hukumannya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

"KPK hari ini melakukan eksekusi terhadap terpidana Antonius Tonny Budiono ke Lapas Sukamiskin," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 31 Mei 2018.

Sebelum dieksekusi, Tonny sudah lebih dulu melunasi uang pengganti sebagaimana tertuang dalam putusan No 2/Pid.Sus/TPK/2018/PN.Jkt.Pst Tanggal 17 Mei 2018. Tonny diwajibkan membayar denda Rp300 juta.


"Kemarin Rabu, 30 Mei 2018, yang bersangkutan menitipkan uang denda Rp300 juta tersebut ke rekening penampungan KPK," pungkas Febri.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor sebelumnya menjatuhkan hukuman lima tahun penjara terhadap Tonny. Dia juga dihukum membayar denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan.

Baca: Eks Dirjen Hubla Divonis Lima Tahun Bui

Majelis hakim menilai, Tonny terbukti secara sah telah menerima suap Rp2,3 miliar dari Komisaris PT Adiguna Keruktama, Adi Putra Kurniawan. Perusahaan Adi Putra diketahui mendapat pekerjaan pengerukan di sejumlah pelabuhan.‎

Di antaranya proyek pekerjaan pengerukan alur Pelabuhan Pulang Pisau, Kalimantan Tengah tahun 2016 dan pengerukan alur pelayaran Pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur, di tahun yang sama.

Tonny juga dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan telah menerima gratifikasi senilai lebih dari Rp20 miliar dalam pecahan berbagai mata uang. Tonny juga diyakini oleh majelis hakim menerima gratifikasi dalam bentuk barang yang nilainya ditaksir sekitar Rp243 juta.

Majelis hakim meyakini jika Tonny terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 12 huruf b dan Pasal 12B Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP‎.‎



(DMR)