Sidang pembacaan surat tuntutan dua terdakwa kasus dugaan suap terkait kepengurusan pajak, Angin Prayitno dan Dadan Ramdani. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang pembacaan surat tuntutan dua terdakwa kasus dugaan suap terkait kepengurusan pajak, Angin Prayitno dan Dadan Ramdani. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

2 Mantan Pejabat Ditjen Pajak Dituntut 9 dan 6 Tahun Penjara

Nasional KPK kasus korupsi korupsi pajak Pengadilan Angin Prayitno Aji
Fachri Audhia Hafiez • 11 Januari 2022 17:03
Jakarta: Mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Angin Prayitno Aji, dituntut hukuman penjara selama sembilan tahun. Sedangkan, eks Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak, Dadan Ramdani, dituntut hukuman enam tahun bui.
 
Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai keduanya bersalah melakukan tindak pidana rasuah terkait kepengurusan pajak. Keduanya diyakini merekayasa kewajiban pajak sejumlah perusahaan.
 
"Menuntut agar majelis hakim yang mengadili perkara ini, menyatakan para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan alternatif pertama," kata JPU KPK Wawan Yunarwanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


JPU juga menuntut Angin dikenakan denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan. Sedangkan, Dadan dikenakan Rp350 juta subsider lima bulan kurungan.
 
JPU mempertimbangkan sejumlah hal yang memberatkan dan meringankan hukuman. Hal memberatkan perbuatan mereka tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi.
 
Kemudian, perbuatan Angin dan Dadan berpengaruh negatif dalam upaya optimalisasi penerimaan negara. Keduanya sudah menikmati hasil perbuatannya, berbelit-belit dalam memberikan keterangan, dan tidak mengakui perbuatannya.
 
"Hal meringankan, para terdakwa berlaku sopan di depan persidangan dan belum pernah dihukum," ucap Wawan.
 
Baca: KPK Pastikan Surat Tuntutan Mantan Pejabat Pajak Disusun Sesuai Keadilan
 
Angin dan Dadan dinilai terbukti menerima suap sebesar Rp15 miliar dan SGD4 juta (sekitar Rp42,1 miliar) terkait hasil rekayasa penghitungan pajak. Perbuatan itu juga dilakukan bersama-sama tim pemeriksa pajak dari Ditjen Pajak yakni, Wawan Ridwan, Alfred Simanjuntak, Yulmanizar, dan Febrian.
 
"Sesuai kesepakatan para terdakwa selaku pejabat struktural memperoleh bagian 50 persen dari total yang diterima wajib pajak, sisanya dibagikan untuk tim pemeriksa pajak," ujar jaksa.
 
Mereka merekayasa hasil penghitungan pajak pada wajib pajak PT Gunung Madu Plantations (GMP) untuk tahun pajak 2016. Lalu, wajib pajak PT Panin Bank tahun pajak 2016 dan PT Jhonlin Baratama (JB) untuk tahun pajak 2016 dan 2017.
 
"Penerimaan uang yang berasal dari para wajib pajak yang diperiksa ditjen pemeriksaan dan penagihan dan dilaksanakan oleh sub direktorat kerja sama dan pemeriksaan adalah untuk menggerakan terdakwa I (Angin) serta terdakwa II (Dadan) untuk merekayasa perhitungan," ucap jaksa.
 
Angin dan Dadan dituntut melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif