Amien Rais seusai memberikan suara di TPS 123, Condong Catur, Sleman DIy, Rabu 17 April 2019. Medcom.id/Patricia Vicka
Amien Rais seusai memberikan suara di TPS 123, Condong Catur, Sleman DIy, Rabu 17 April 2019. Medcom.id/Patricia Vicka

Amien Rais akan Diperiksa untuk Tersangka Eggi Sudjana

Nasional kasus makar
Siti Yona Hukmana • 20 Mei 2019 08:35
Jakarta: Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Amien Rais bakal diperiksa penyidik subdit keamanan negara (subditkamneg) Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Ia akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka kasus dugaan makar Eggi Sudjana.
 
"Iya diagendakan untuk diperiksa hari ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada Medcom.id di Jakarta, Senin, 20 Mei 2019.
 
Argo mengatakan, pemeriksaan terhadap Amien dilakukan pukul 10.00 WIB. Namun, pihaknya belum menerima informasi kehadiran dari Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Agenda pemeriksaanya pukul 10.00 WIB, tapi kami belum dapat memastikan kehadirannya. Kita tunggu saja," ujar Argo.
 
Eggi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan makar pada Selasa, 7 Mei 2019. Penyidik menemukan sejumlah alat bukti yang cukup untuk Eggi, di antaranya, video Eggi yang menyuarakan people power dan bukti pemberitaan di media daring.
 
Penyidik juga sudah memeriksa enam saksi dan empat ahli. Keterangan tersebut kemudian dicocokkan dengan barang bukti dan dokumen yang telah disita.
 
Baca: Eggi Sudjana Layangkan Surat Penangguhan Penangkapan
 
Setelah penetapan tersangka, penyidik meringkus Eggi pada Selasa, 14 Mei 2019. Politikus PAN itu dinilai penting ditangkap untuk memenuhi prosedur penyidikan.
 
"Dalam penyidikan harus ada surat perintah penangkapan," tutur Argo.
 
Penangkapan dilakukan agar Eggi tidak bisa menghindari panggilan pemeriksaan. Pasalnya, Eggi sempat menolak diperiksa. Dia meminta polisi memerika saksi dan ahli yang diajukan pihaknya.
 
Eggi juga sedang mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Saat diperiksa, dia juga emoh memberikan telepon genggamnya kepada penyidik.
 
Kemudian, pada Selasa, 14 Mei 2019 pukul 23.00 WIB penyidik menahan Eggi. Ia dimasukkan ke dalam ruang tahanan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya. Ia ditahan untuk 20 hari ke depan.
 
Eggi disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana. Dia diduga melakukan kejahatan terhadap keamanan negara atau makar, menyiarkan suatu berita yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat, atau menyiarkan kabar yang tidak pasti. "Kasus makar itu ancamannya seumur hidup," pungkas Argo.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif