Mantan Dirut PT Pertamina Karen Agustiawan. ANT/Hafidz Mubarak.
Mantan Dirut PT Pertamina Karen Agustiawan. ANT/Hafidz Mubarak.

Eks Dirut Pertamina Ajukan Pembelaan

Nasional Kasus hukum Karen Galaila
Theofilus Ifan Sucipto • 24 Mei 2019 13:19
Jakarta: Terdakwa kasus dugaan korupsi akuisisi Blok Basker Manta Gummy (BMG), Karen Galaila Agustiawan mengajukan pleidoi atau pembelaan. Dia merasa dakwaan yang diberikan jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak sesuai dengan fakta.
 
"25 kali sidang dan dihadirkan saksi dari Pertamina dan pihak eksternal tidak mengubah dakwaan dari awal sampai fakta persidangan," kata Karen di Pengadilan Tipikor, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat 24 Mei 2019.
 
Dia akan memaparkan secara detail kesalahan dakwaan JPU KPK pada sidang selanjutnya, Rabu, 29 Mei 2019. Dia akan mengupas satu persatu dakwaan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Misalnya disebut tidak ada surat komisaris dan tidak ada due diligence (uji kelayakan. Itu terpatahkan (pada fakta persidangan), tapi masih ada di dakwaan," ujar eks Direktur Utama PT Pertamina (Persero) itu.
 
Dia menjelaskan akuisisi hulu baru terjadi pada 2011. Akuisisi itu menggunakan based industry practice dan ada Surat Keterangan (SK) yang menyebut direktur hulu berwenang mengakusisi.
SK tersebut juga sudah ditandatangani seluruh direksi lain.
 
"Saya bingung kewenangan apa yang saya langgar," kata dia.
 
Baca:Eks Dirut PT Pertamina Dituntut 15 Tahun Penjara
 
Dia juga mempermasalahkan dakwaan yang menyebut tim teknis Pertamina tidak melakukan uji kelayakan. Menurut Karen, jika timnya tidak melakukan uji kelayakan, suratnya ke komisaris terkait cadangan minyak tidak akan sekecil itu.
 
Internal Pertamina, terang dia, juga sudah melakukan kajian. Dalam kajiannya, jumlah cadangan minyak lebih kecil dibanding yang didata.
 
Karen sebelumnya dituntut tahun 15 penjara dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan. Dia diyakini melakukan korupsi dalam investasi blok Basker Manta Gummy (BMG).
 
"Menyatakan terdakwa Karen Agustiawan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) TM Pakpahan saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat 24 Mei 2019.
 
Karen Galaila Agustiawan didakwa merugikan negara senilai Rp568 miliar dari hasil korupsi saat menjabat sebagai Direktur Hulu PT Pertamina periode 2008-2009, dan Direktur Utama PT Pertamina periode 2009-2014. Dalam melakukan investasi PT Pertamina terkait participating interest atas Lapangan atau Blok BMG Australia tahun 2009, dia dianggap mengabaikan prosedur investasi yang berlaku di Pertamina.
 
Dalam memutuskan investasi PI, Karen menyetujui PI Blok BMG tanpa adanya due diligence (uji kelayakan) serta tanpa adanya analisa resiko. Namun, sudah ditindaklanjuti dengan penandatanganan Sale Purchase Agreement (SPA) tanpa adanya persetujuan dari bagian Legal dan Dewan Komisaris PT Pertamina.
 
Dengan demikian, dia dianggap memperkaya Rock Oil Company (ROC) Australia. Sebab, ROC Australia memiliki Blok BMG Australia.
 
Jaksa menilai, perbuatan Karen sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif