Alexander Muskitta Didakwa jadi Makelar Suap Krakatau Steel. Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Alexander Muskitta Didakwa jadi Makelar Suap Krakatau Steel. Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Alexander Didakwa jadi Perantara Suap Krakatau Steel

Nasional krakatau steel
Fachri Audhia Hafiez • 14 Agustus 2019 23:45
Jakarta: Pihak swasta, Karunia Alexander Muskitta didakwa menjadi perantara suap Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel (KS), Wisnu Kuncoro. Penerimaan suap tersebut terkait pengadaan barang dan jasa di PT KS.
 
"Bahwa terdakwa telah melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan serangkaian perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa. Sehingga perbuatan dipandang sebagai perbuatan berlanjut berupa menerima hadiah atau janji," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Muhammad Asri Irwan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Agustus 2019.
 
Dalam perkara ini Wisnu didakwa menerima suap sebesar Rp101,76 juta dan US$4 ribu. Suap tersebut diterima Wisnu dari dua pengusaha, yakni Direktur Utama PT Tjokro Bersaudara, Kurniawan Eddy Tjokro alias Yudi Tjokro, dan Direktur Utama PT Grand Kartech, Kenneth Sutardja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Alexander selaku makelar menyetujui pengadaan pembuatan dan pemasangan dua buah spare bucket wheel stacker, atau reclaimer primary yard, dan harbors stockyard. Pengadaan tersebut bernilai Rp13 miliar di PT KS.
 
Alexander juga menyetujui pengadaan dua buah boiler kapasitas 35 ton dengan anggaran sekitar Rp24 miliar di PT KS, atau jasa operation and maintenance (OM) terhadap seluruh boiler yang ada di PT KS. Persetujuan barang dan jasa itu diduga untuk menggerakkan Wisnu untuk pengadaan tersebut.
 
Baca:Direktur Krakatau Steel Didakwa Menerima Rp101,7 Juta dan US$4 Ribu
 
Alexander disebut sebagai 'penyambung' suap yang diberikan secara bertahap. Eddy Tjokro memberikan Rp55,5 juta. Sedangkan, uang yang didapat dari Kenneth sebesar Rp46,26 juta dan US$4 ribu.
 
Atas perbuatannya, Alexander disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.
 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif