Menpora Imam Nahrawi. Foto: Medcom.id/Sunnahalomi Halakrispen
Menpora Imam Nahrawi. Foto: Medcom.id/Sunnahalomi Halakrispen

Menpora Segera Dipanggil KPK

Nasional OTT Pejabat Kemenpora Kasus Suap Imam Nahrawi
Juven Martua Sitompul • 18 September 2019 19:13
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memanggil Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Dia akan diperiksa perdana sebagai tersangka kasus dugaan suap penyaluran bantuan dari pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan gratifikasi.
 
“Segera (memeriksa Imam),” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 18 September 2019.
 
Alex yang terpilih kembali menjadi komisioner KPK tak menutup kemungkinan Imam bakal ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. “Tanggalnya berapa, tim penyidik yang memanggil,” kata dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Imam ditetapkan sebagai tersangka bersama asisten pribadinya (aspri) Miftahul Ulum. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu diduga menerima suap dan gratifikasi sebanyak Rp26,5 miliar melalui Ulum.
 
Pemberian uang itu sebagai komitmen fee atas pengurusan proposal dana hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora tahun anggaran 2018. Imam menerima suap dan gratifikasi itu sebagai ketua Dewan Pengarah Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) dan menpora.
 
Penetapan tersangka Imam hasil pengembangan perkara yang menjerat lima tersangka. Mereka adalah Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy, Bendahara Umum KONI Jhonny E Awuy, Deputi IV Kemenpora Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Pumamo, dan Staf Kemenpora Eko Tryanto. Mereka telah divonis bersalah pengadilan tingkat pertama.
 
Imam dan Miftahul dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 junto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 

 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif