Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Foto: Medcom.id/Fachrie Audhia Hafiez.
Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Foto: Medcom.id/Fachrie Audhia Hafiez.

Panggilan Ketiga, Eks KSAU Agus Supriatna Diharap Hadir di Persidangan Helikopter AW-101

Candra Yuri Nuralam • 05 Desember 2022 08:25
Jakarta: Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal (Purn) Agus Supriatna kembali dipanggil dalam persidangan dugaan korupsi pengadaan Helikopter AW-101. Komisi Pemberantasan Koruspi (KPK) berharap dia hadir.
 
"Informasi yang kami terima betul hari ini dijadwalkan pemeriksaan yang bersangkutan sebagai saksi di hadapan majelis hakim," kata juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Senin, 5 Desember 2022.
 
Ini merupakan panggilan ketiga untuk Agus. Sebelumnya, dia mangkir dalam persidangan pada 21 November 2022 dan 28 November 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perlu kami tegaskan, karena saat ini perkara terdakwa IKS (pihak swasta Irfan Kurnia Saleh) pada tahap persidangan maka pemanggilan saksi tersebut tentu atas perintah pengadilan," ujar Ali.
 
Ali mengatakan pihaknya sudah mencoba bantuan TNI untuk memanggil Agus kemarin. Kali ini, KPK mengirimkan salinan surat panggilan persidangan ke kantor kuasa hukumnya.
 
"Pemanggilan saksi untuk hari ini tersebut kami serahkan ke kantor pengacaranya namun pihak pengacara juga menolak menerima surat tersebut." ucap Ali.

Baca: KPK Minta Bantuan TNI Hadirkan Eks KSAU Agus Supriatna ke Persidangan


Direktur PT Diratama Jaya Mandiri John Irfan Kenway alias Irfan Kurnia Saleh didakwa memperkaya diri sendiri atau orang lain maupun korporasi dalam kasus dugaan korupsi pembelian Helikopter AW-101. Kerugian negara dalam kasus ini mencapai ratusan miliar rupiah.
 
"Melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu koporasi yaitu memperkaya diri terdakwa sebesar Rp183.207.870.911," kata jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Arif Suhermanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 12 Oktober 2022.
 
Jaksa menyebut ada beberapa pihak dan korporasi yang ikut kecipratan uang haram ini. Salah satu pihak yang disebut menerima, yakni Agus Supriatna.
 
"Memperkaya orang lain, yakni Agus Supriatna sebesar Rp17.733.600.000," ujar Arif. 
 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif