Pemilik PT Duta Palma Group Surya Darmadi. Medcom.id/Candra Yuri
Pemilik PT Duta Palma Group Surya Darmadi. Medcom.id/Candra Yuri

Minta Dijadikan Tahanan Rumah, Surya Darmadi: Umur Saya Pendek Kalau Diisolasi

Candra Yuri Nuralam • 03 Oktober 2022 17:48
Jakarta: Pemilik PT Duta Palma Group Surya Darmadi meminta dijadikan tahanan rumah. Surya menyebut penahanan yang dilakukan saat ini membuatnya semakin sakit.
 
"Saya mohon kepada majelis hakim yang mulia, izin kalau bisa saya ditahan di rumah atau di rumah sakit," kata Surya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin, 3 Oktober 2022.
 
Surya mengaku masih diisolasi di rumah tahanan. Dia merasa tingkat stresnya meningkat karena dikurung terus menerus. Menurut dia, stres yang tinggi tidak baik untuk kesehatannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau saya terus diisolasi, saya lihat umur saya pendek Pak, saya stress, asal bangun tidur, tidur dua, tiga jam berkeringat Pak, dari dada berkeringat Pak, dari dada Saya berkeringat kek mandi," ujar Surya.
 
Tingkat stresnya juga disebut meningkat karena adanya kamera pengawas yang dipasang di depan kamar isolasi. Surya merasa tidak nyaman dengan pengawasan kamera itu.
 
"Saya sudah umur 70, saya diisolasi sampai hari ini sudah 14 hari, ketemu orang enggak boleh, makan saja susah, depan kamar pula dipasang CCTV yang khusus keker saya kayak seorang politik gitu ya," ucap Surya.
 

Baca: Eksepsi Surya Darmadi Ditolak, Persidangan Dilanjutkan ke Pembuktian


Surya Darmadi didakwa memperkaya diri sendiri, merugikan negara, dan perekonomian negara sampai Rp86,53 triliun. Dia juga didakwa melakukan pencucian uang.
 
JPU pada Kejaksaan Agung menjelaskan nominal tiap kerugian berbeda. Surya diduga memperkaya diri sendiri atau orang lain maupun koorporasi sebesar Rp7,59 triliun dan USD7,88 juta yang dikonversi ke rupiah saat ini menjadi Rp117,6 miliar.
 
Jaksa juga mendakwa Surya merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Totalnya mencapai Rp4,79 triliun dan USD7,88 juta yang dikonversi ke rupiah saat ini menjadi Rp117,6 miliar.
 
Angka merugikan keuangan negara atau perekonomian negara ini didapat dari hasil audit penghitungan kasus ini oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). PT Duta Palma Group diduga telah membuat negara banyak merugi.
 
Kemudian, Surya didakwa merugikan perekonomian negara senilai Rp73,92 triliun. Angka itu didapatkan dari laporan lembaga penelitian dan pelantikan ekonomika dan bisnis fakultas ekonomika dan bisnis Universitas Gajah Mada tanggal 24 Agustus 2022.
 
Jika ditotalkan, tindakan Surya membuat negara merugi sekitar Rp86,53 triliun. Angka itu merupakan kalkulasi dari dugaan memperkaya diri sendiri, merugikan negara dan keuangan negara.
 
Dalam tudingan ini, Surya disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.
 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif