Koordinator MAKI Boyamin Saiman. Medcom.id
Koordinator MAKI Boyamin Saiman. Medcom.id

Dipanggil Kasus Pencucian Uang, Boyamin Akui Kenal Bupati Nonaktif Banjarnegara

Nasional KPK pencucian uang kasus korupsi Penegakan Hukum Pemberantasan Korupsi
Candra Yuri Nuralam • 25 April 2022 12:38
Jakarta: Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Banjarnegara hari ini, 25 April 2022. Boyamin mengakui kenal dengan tersangka sekaligus Bupati nonaktif Banjarnegara Budhi Sarwono.
 
"Aku berteman dan mengenal Budhi Sarwono, Bupati Banjarnegara yang telah ditahan KPK," kata Boyamin kepada Medcom.id, Senin, 25 April 2022.
 
Baca: KPK Panggil Boyamin Saiman Terkait TPPU Bupati Nonaktif Banjarnegara

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Boyamin mengaku sudah mengenal Budhi sejak 2010. Dia awalnya menjadi kuasa hukum dari perusahaan orang tua milik Budhi.
 
"Namun, sejak Budi Sarwono jadi Bupati maka perusahaan tersebut ditarik sepenuhnya, saham menjadi milik orang tuanya dan Budi Sarwono tidak punya saham dan tidak jadi pengurus," ujar Boyamin.
 
Boyamin mengeklaim hubungannya dengan Budhi tidak terkait kasus yang ditangani KPK. Dia juga mengaku tidak pernah mengetahui perbuatan Budhi yang diduga melanggar hukum.
 
"Sebagai teman, aku prihatin atas kasusnya, namun aku tidak akan pernah jadi kuasa hukumnya," tutur Boyamin.
 
Boyamin juga mengeklaim sering menolak tawaran kerja dari Budhi. Salah satunya saat diminta menjadi panitia seleksi jabatan sekretaris daerah pada 2018.
 
"Sepenuhnya aku clear dari urusan Budhi Sarwono sebagai Bupati," ucap Boyamin.
 
KPK mengembangkan kasus dugaan rasuah pemborongan, pengadaan atau persewaan pada Dinas PUPR Pemkab Banjarnegara pada 2017 sampai 2018. Bupati nonaktif Banjarnegara Budhi Sarwono kini ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan TPPU.
 
"Tim penyidik membuka dan memulai penyidikan terkait adanya dugaan TPPU yang dilakukan oleh tersangka BS (Budhi Sarwono) dan kawan-kawan," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 15 Maret 2022.
 
Ali mengatakan pihaknya sudah mengantongi banyak bukti terkait dugaan TPPU Budhi. Meski begitu, KPK masih melakukan pencarian bukti lain untuk mempertajam tudingannya ke Budhi.
 
(DEV)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif