ilustrasi/medcom.id
ilustrasi/medcom.id

KPK Masih Dalami Dugaan Korupsi di Papua yang Dimaksud Mahfud

Nasional KPK mahfud md Papua kasus korupsi Pengadilan
Candra Yuri Nuralam • 27 Desember 2021 19:31
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami dugaan tindakan rasuah yang terjadi di Papua seperti yang dimaksud oleh Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. Mahfud heran dugaan korupsi di Papua tak kunjung masuk ke persidangan.
 
"Nah ini kan berproses, namanya informasi, informasi berproses, di KPK ada kedeputian atau bagian yang menangani masalah itu tentu nanti akan didalami," kata Direktur Penyidikan KPK Setyo Budiyanto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin, 27 Desember 2021.
 
Setyo mengatakan saat ini dugaan korupsi di Papua yang ditangani KPK baru kasus pembangunan Gereja King Mile. Namun, dia mengaku banyak laporan dugaan korupsi di Papua yang masuk ke KPK.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Laporan itu harus diproses sebelum ditindaklanjuti. Lembaga Antikorupsi tidak bisa menindaklanjuti laporan tanpa proses mendalam.
 
Baca: Mahfud Heran Dugaan Korupsi di Papua Belum Sampai ke Pengadilan
 
"Informasi ini perlu diolah dulu ya, tidak langsung kemudian nanti kami bisa jelaskan, kami bisa sampaikan secara detail," ujar Setyo.
 
Sebelumnya, Mahfud MD menyebut ada beberapa bukti dugaan korupsi yang terjadi di Papua. Bukti itu didapat dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Badan Intelijen Negara (BIN).
 
"Dalam rapat terakhir di kantor Wakil Presiden, itu hasil pemeriksaan BPK dan disclaimer, dan hasil temuan BIN bahwa di situ ditemukan info dan bukti-bukti terjadinya korupsi," kata Mahfud dalam diskusi Chrosscheck by Medcom.id dengan tema 'Baru di Era Jokowi Pengemplang BLBI Tak Berkutik', Minggu, 26 Desember 2021.
 
Mahfud mengaku sudah memerintahkan penegak hukum untuk menindaklanjuti temuan BIN dan BPK. Namun, hingga saat ini dirinya belum melihat ada kasus dugaan korupsi di Papua masuk ke pengadilan.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif