Mantan Direktur Keuangan (Dirkeu) PT Angkasa Pura (AP) II Andra Y Agussalam. ANT/Galih Pradipta
Mantan Direktur Keuangan (Dirkeu) PT Angkasa Pura (AP) II Andra Y Agussalam. ANT/Galih Pradipta

Eks Direktur Keuangan PT AP II Merasa Dizalimi

Nasional Kasus Suap angkasa pura ii
Fachri Audhia Hafiez • 30 Maret 2020 21:06
Jakarta: Mantan Direktur Keuangan (Dirkeu) PT Angkasa Pura (AP) II Andra Y Agussalam merasa dizalimi atas kasus rasuah yang menjeratnya. Andra merupakan terdakwa kasus dugaan suap proyek pengadaan Baggage Handling System (BHS) di kantor cabang PT AP II.
 
"Saya merasakan selama persidangan adalah jauh dari asas praduga tidak bersalah tersebut, seolah-olah saya sudah diposisikan bersalah. Aparat penegak hukum KPK begitu bersemangat dan bernafsu untuk memenjarakan saya," kata Andra saat membacakan pleidoi atau nota pembelaan melalui video conference di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 30 Maret 2020.
 
Andra menilai KPK memberi stigma negatif sejak awal, padahal belum tentu terbukti sebagaimana tuduhannya. Andra mempersoalkan saat petugas KPK mendatangi rumahnya pada 31 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Andra mengaku langsung dibawa oleh petugas ke kantor KPK untuk diperiksa terkait dugaan kasus rasuah yang menjeratnya. Setelah itu dia ditahan oleh penyidik KPK.
 
"Bahkan telepon genggam saya disita pada saat itu. Padahal di hp (handphone) tersebut bukti peristiwa sebenarnya menyangkut apa yang dituduhkan kepada saya, semuanya ada di hp," ujar Andra.
 
(Baca: Sopir Tahu Transaksi Pinjaman Petinggi PT AP II)
 
Andra meyakini dirinya akan dilepas karena tidak terbukti bersalah. Sebab, tudingan KPK terkait ada uang suap dari mantan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Darman Mappangara tak terbukti. Dia menjelaskan uang dari Darman bukan suap melainkan menyangkut persoalan utang-piutang.
 
Andra mengeklaim bukan dirinya yang ditangkap tim KPK pertama kali, melainkan sopirnya. Dia menyebut sang sopir sedang membawa uang SGD96,700 sebagai pengembalian utang.
 
Andra dituntut hukuman lima tahun penjara denda Rp200 juta subsider lima bulan penjara. Andra dinilai terbukti menerima suap USD71.000 dan 96.700 dolar Singapura dari Darman Mappangara. Suap diberikan agar mengupayakan PT INTI menjadi pelaksana pekerjaan dalam pengadaan dan pemasangan Semi BHS di kantor cabang PT AP II antara PT APP dan PT INTI.
 
Andra dituntut melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 
Majelis hakim akan mempertimbangkan pleidoi Andra. Selanjutnya, Andra akan menghadapi sidang pembacaan putusan atau vonis yang bakal digelar Rabu, 8 April 2020.
 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif