Hadi Pranoto (Foto: Antara/Arif Firmansyah)
Hadi Pranoto (Foto: Antara/Arif Firmansyah)

Polisi Periksa Hadi Pranoto Lusa

Nasional Virus Korona Hadi Pranoto
Siti Yona Hukmana • 11 Agustus 2020 18:20
Jakarta: Polda Metro Jaya telah mengagendakan pemeriksaan terhadap pembuat herbal antibodi covid-19, Hadi Pranoto. Dia diminta hadir pemeriksaan pada Kamis, 13 Agustus 2020.
 
"Mudah-mudahan yang bersangkutan bisa hadir," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 11 Agustus 2020.
 
Penyidik telah memeriksa YouTuber sekaligus influencer Erdian Aji Prihartanto alias Anji pada Senin, 10 Agustus 2020. Musisi Anji diperiksa lebih dulu karena pihak yang mewawancarai Hadi dalam akun YouTube Dunia Manji.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kemarin Anji diperiksa kurang lebih sekitar 10 jam dengan 45 pertanyaan," ujar Yusri.
 
Anji mengakui akun YouTube tersebut miliknya dan melakukan wawancara dengan Hadi di Pulau Tegal Mas, Provinsi Lampung. Anji mengaku kenal dengan Hadi pada Rabu, 29 Juli 2020 dan melakukan wawancara sehari setelah perkenalan, yakni Kamis, 30 Juli 2020.
 
"Intinya bahwa dia (Anji) mengetahui obat tersebut untuk membantu masyarakat agar bebas dari covid-19 ini," kata Yusri.
 
Baca: Obat Covid-19 Hadi Pranoto Tak Kantongi Izin BPOM
 
Penyidik kini tengah mempersiapkan pertanyaan untuk menggali keterangan Hadi. Konten wawancara di akun YouTube Anji itu disebut mengandung unsur pidana. Kasus ini telah naik ke tahap penyidikan.
 
Kasus ini dilaporkan Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid. Dia melaporkan Hadi Pranoto dan Anji ke Polda Metro Jaya, Senin, 3 Agustus 2020. Laporan ini buntut klaim Hadi yang mengaku telah menemukan obat covid-19 dalam wawancara di akun YouTube milik Anji.
 
Konten YouTube yang ditayangkan musisi Anji pada Sabtu, 1 Agustus 2020, menuai polemik. Pendapat Hadi ditentang oleh akademisi, ilmuwan, ikatan dokter Indonesia (IDI), Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, influencer, hingga masyarakat luas.
 
Keduanya disangkakan melanggar Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 45a Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif