Kondisi gedung Kejagung usai terbakar. Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Kondisi gedung Kejagung usai terbakar. Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo

Konsultan dan Pengawas Petugas Kebersihan Kejagung Diperiksa

Nasional kebakaran gedung kejaksaan agung Kebakaran di Kejaksaan Agung
Siti Yona Hukmana • 09 November 2020 11:20
Jakarta: Kepolisian terus mendalami kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta. Sebanyak empat orang diperiksa terkait kebakaran tersebut.
 
"Seorang konsultan pengawas cleaning service dan tiga pengawas cleaning service," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 9 November 2020.
 
Keempat saksi itu, yakni konsultan pengawas cleaning service (petugas kebersihan), JS. Tiga lainnya AR, AS, dan HS selaku pengawas cleaning service.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"AR juga merupakan pembeli minyak (untuk) lobi. HS adalah orang kepercayaan saksi MAI, laki-laki peminjam bendera PT APM," ungkap jenderal bintang satu itu.
 
Kasus ini ditangani penyidik gabungan Dittipidum Bareskrim Polri, Kriminal Umum Polda Metro Jaya, dan Polres Metro Jakarta Selatan. Penyidik gabungan juga menganalisis dan mengevaluasi bersama perkembangan penyidikan.
 
Polisi menetapkan delapan tersangka dalam kasus kebakaran Gedung Utama Kejagung. Mereka yakni, Direktur Utama PT APM, RS; Direktur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejagung, NH; lima tukang, T, H, S, K, IS, dan mandor, UAM.
 
Baca: Direktur PT APM Kembali Diperiksa Sebagai Tersangka Kebakaran Kejagung
 
Sebelum menetapkan tersangka, penyidik gabungan memeriksa 131 saksi. Sebanyak 64 saksi merupakan saksi kunci.
 
Saksi kunci tersebut merupakan yang melihat, mendengar, dan mengetahui peristiwa kebakaran di Kejagung. Mereka meliputi petugas kebersihan, tukang, hingga pegawai Kejagung.
 
Penyidik juga memeriksa 10 saksi ahli. Keterangan saksi untuk memperkuat analisis pendapat dari penyidik.
 
Kedelapan tersangka dikenakan Pasal 188 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Mereka terancam hukuman hingga lima tahun penjara.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif