Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie. MI/Rommy Pujianto
Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie. MI/Rommy Pujianto

Marzuki Alie Sebut Pernyataan Kakak Penyuap Nurhadi Ngawur

Nasional Kasus Suap Suap di MA
Fachri Audhia Hafiez • 16 November 2020 17:10
Jakarta: Mantan Ketua DPR Marzuki Alie membantah pernyataan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto, Hengky Soenjoto, dalam persidangan kasus dugaan suap terkait penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA). Marzuki disebut meminjamkan uang untuk membantu penangangan perkara Hiendra.
 
"Kakaknya ngawur. Enggak ada kita ngurusin kasus, asal nyebut," tegas Marzuki usai diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin, 16 November 2020.
 
Marzuki minta Hengky membuktikan transaksi uang yang disebut mencapai Rp6-7 miliar itu ke KPK. Marzuki juga sudah diperiksa penyidik KPK terkait kasus ini. Dalam pemeriksaan tersebut, dia dikonfirmasi soal dugaan transaksi dengan Hiendra.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Iya diklarifikasi. Kita meminjamkan duit, lucu kan. Apa urusannya meminjamkan duit," ucap Marzuki.
 
Baca: Eks Ketua DPR Marzuki Alie Diperiksa Terkait Kasus Nurhadi
 
Marzuki sempat disebut dalam persidangan eks Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, Rabu, 11 November 2020. Hengky, yang bersaksi dalam persidangan itu, mengaku pernah diminta Hiendra menghubungi Marzuki.
 
Permintaan Hiendra berkaitan dengan perkara yang tengah menjeratnya dengan pegawai PT MIT, Azhar Umar. Hiendra sempat ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya kala itu.
 
Hengky juga diperintah Hiendra menawarkan cessie atau surat pembayaran utang dari UOB Rp110 miliar kepada Marzuki. Syaratnya, Marzuki harus menjadi Komisaris PT MIT. Marzuki menolak.
 
Namun, Hiendra mengaku pernah meminjam uang Marzuki. Peminjaman itu akan digunakan untuk mengurus perkara Hiendra.
 
Hiendra ditangkap pada 28 Oktober 2020 di salah satu apartemen di kawasan BSD Tangerang Selatan, Banten. Hiendra ditangkap setelah buron sejak 11 Februari 2020.
 
Dia diduga menyuap Nurhadi Rp45,7 miliar. Fulus diberikan melalui Rezky. Suap dimaksudkan memenangkan Hiendra dalam penanganan perkara perdata PT MIT.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif