Sidang pemeriksaan saksi terdakwa kasus korupsi dan TPPU Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang pemeriksaan saksi terdakwa kasus korupsi dan TPPU Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Dinkes Tangsel Kecipratan 4% dari Proyek Garapan Wawan

Nasional kasus wawan
Fachri Audhia Hafiez • 20 Januari 2020 15:32
Jakarta: Eks Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Dadang, mengaku ada jatah 4% dari proyek-proyek yang dijalankan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Jatah tersebut dipastikan melalui staf Wawan, Dadang Prijatna.
 
"Kan kita bilang kesulitan ya, kita ngobrol para SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) kita kesulitan keuangan dinas-dinas itu. Kenapa? Ya banyaklah kebutuhan di luar APBD. Keluhan itu dibilang Pak Dadang itu ada nanti jatahnya 4%," kata Dadang saat bersaksi untuk terdakwa Wawan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 20 Januari 2020.
 
Jatah berasal dari proyek-proyek yang dikerjakan Wawan, selaku Komisaris Utama PT Bali Pasific Pragama (BPP). Dadang tak menyebut proyek yang dimaksud. Namun, sumber jatah itu berasal dari proyek-proyek yang dikerjakan pada 2012.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dadang mengaku pernah mengambil uang bagian dari 4% di Direktur PT Buana Wardana Utama, Yayah Rodiah. Dadang meminta mantan ketua panitia pengadaan di Dinas Kesehatan Tangsel, Neng Ulfah dan mantan panitia pengadaan alkes kedokteran umum Puskesmas Kota Tangsel APBD-P TA 2012, Ilham Bisri buat mengambil uang itu.
 
Dadang mengatakan Ulfah dan Ilham mengambil Rp400 juta dari Yayah. Uang kemudian digunakan untuk membayar tunjangan hari raya (THR).
 
"Yang utuh dari Ilham dan Ulfa itu satu kali Rp400 juta, untuk THR itu," ujar Dadang.
 
Wawan didakwa mengatur pengadaan alat kedokteran rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten melalui APBD dan APBN-Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2012. Negara dirugikan Rp79,7 miliar dari permainan kotor itu.
 
Wawan juga terlibat kasus korupsi pengadaan alat kesehatan kedokteran umum di Puskesmas Kota Tangerang Selatan pada APBD-P TA 2012. Kerugian negara akibat dugaan praktik rasuah itu senilai Rp14,5 miliar.
 
Praktik korupsi yang dilakukan suami Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, itu telah merugikan negara total Rp94,3 miliar.
 
Wawan didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.
 
Wawan juga didakwa melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang nilainya lebih dari Rp500 miliar. Dia didakwa melanggar Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.
 
Dia turut didakwa melanggar Pasal 3 Ayat (1) huruf a, c dan g Undang-undang Nomor 25 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif