Sidang pemeriksaan saksi terdakwa kasus korupsi dan TPPU Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang pemeriksaan saksi terdakwa kasus korupsi dan TPPU Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Wawan Perintahkan Dinkes Tangsel Bantu Pemasok Alkes

Nasional tubagus chaeri wardana kasus wawan
Fachri Audhia Hafiez • 20 Januari 2020 13:36
Jakarta: Supplier atau pemasok proyek alat kesehatan (alkes) di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) disebut telah menerima bocoran harga sebelum proses lelang. Perintah atas arahan Komisaris Utama PT Bali Pasific Pragama (BPP) Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.
 
"Ini (Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Dadang) dibilang pesanan dari Pak Wawan katanya," kata mantan ketua panitia pengadaan di Dinas Kesehatan Tangsel, Neng Ulfah saat bersaksi untuk terdakwa Wawan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 20 Januari 2020.
 
Ulfah mengaku diperintah untuk berkoordinasi dengan pemasok terkait harga serta spesifikasi kebutuhan alkes Dinas Kesehatan Tangsel pada 2010. Ulfah berkoordinasi dengan Yuni Astuti selaku pemilik PT Java Medica.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Koordinasi agar pemasok bisa dimenangkan dalam proses lelang. Pemasok nantinya akan menyesuaikan harga alkes dengan pagu anggaran Dinas Kesehatan Tangsel.
 
"Kita kasih alat yang dibutuhkan, nanti harganya diatur oleh mereka (pemasok). Baru diberikan kepada kita, dinas kesehatan, disesuaikan dengan pagu anggaran yang tersedia, disesuaikan harganya dari mereka," ujar Ulfah.
 
Wawan didakwa mengatur pengadaan alat kedokteran rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten melalui APBD dan APBN-Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2012. Kemudian pengadaan alat kesehatan kedokteran umum di Puskesmas Kota Tangerang Selatan pada APBD-P TA 2012.
 
Dua kasus tersebut diduga membuat negara rugi Rp94,3 miliar. Suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany itu juga didakwa melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) senilai lebih dari Rp500 miliar.
 
Wawan didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.
 
Wawan juga didakwa melanggar Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.
 
Dia turut didakwa melanggar Pasal 3 Ayat (1) huruf a, c dan g Undang-undang Nomor 25 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif