Sidang pemeriksaan saksi terdakwa Tubagus Chaeri Wardana. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang pemeriksaan saksi terdakwa Tubagus Chaeri Wardana. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Eks Kadis Kesehatan Tangsel Dapat Rp700 Juta dari Pengusaha

Nasional sidang wawan kasus wawan
Fachri Audhia Hafiez • 16 Januari 2020 18:50
Jakarta: Mantan panitia pengadaan alat kesehatan (Alkes) kedokteran umum Puskesmas Kota Tangerang Selatan (Tangsel) APBD-P TA 2012, Ilham Bisri, mengaku pernah diminta mengambil uang dari pengusaha Rp700 juta. Uang diduga berkaitan dengan pekerjaan proyek di lingkungan Dinas Kesehatan Tangsel pada 2011.
 
Ilham mengaku diminta mantan Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Tangsel, Dadang, menemui Direktur PT Buana Wardana Utama, Yayah Rodiah.
 
Dadang diperintah anak buah Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, Dadang Prijatna, mengambil komitmen fee dari Yayah di Serang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya lupa detailnya," ujar Ilham saat diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa Wawan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Januari 2020.
 
Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap berita acara pemeriksaan (BAP) Ilham saat penyidikan. Ilham mengambil uang bersama Mamak Jamaksari, pejabat pembuat komitmen panitia pengadaan Alkes kedokteran umum Puskesmas Kota Tangsel APBD-P TA 2012 dan Neng Ulfa, panitia lelang.
 
Ilham menandatangani tanda terima yang disodorkan Yayah Rodiah atas komitmen fee atau fee dinas Rp700 juta. Uang komitmen fee itu terkait pekerjaan proyek pada 2011.
 
Ilham membenarkan BAP itu. Dia mengaku fulus diserahkan kepada Dadang.
 
Wawan didakwa telah mengatur pengadaan alat kedokteran rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten melalui APBD dan APBN-Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2012. Kemudian pengadaan alat kesehatan kedokteran umum di Puskesmas Kota Tangerang Selatan pada APBD-P TA 2012.
 
Dua kasus tersebut diduga membuat negara rugi Rp94,3 miliar. Suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany itu juga didakwa melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang lebih dari Rp500 miliar.
 
Wawan didakwa melakukan korupsi dengan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.
 
Sedangkan dalam perkara TPPU, Wawan didakwa melanggar Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.
 
Kemudian ia turut didakwa melanggar Pasal 3 Ayat (1) huruf a, c dan g Undang-undang Nomor 25 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif