Jakarta: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri membeberkan sejumlah faktor yang membuat praktik rasuah terjadi di Tanah Air. Korupsi tidak melulu terjadi karena adanya keserakahan.
"Dalam berbagai kesempatan, saya selalu menyampaikan faktor utama penyebab korupsi menurut teori Jack Bologne, yakni greed (keserakahan), opportunity (kesempatan), need (kebutuhan), dan exposure (pengungkapan)," kata Firli melalui keterangan tertulis, Senin, 18 April 2022.
Firli mengatakan korupsi juga terjadi karena minimnya moral, etika, dan integritas. Korupsi bisa terjadi karena adanya kesempatan seperti minimnya sistem pencegahan yang dibuat.
"Sehingga, dapat membuka celah bagi kejahatan korupsi," ujar Firli.
KPK memiliki tiga pendekatan untuk mencegah korupsi terjadi di Indonesia. Pertama, mengedepankan pendidikan antikorupsi ke masyarakat.
Baca: Firli: Pemberantasan Korupsi Bukan Cuma OTT
Lalu, KPK berusaha mencegah korupsi dengan memperkuat sistem yang lemah agar menjadi lebih baik. Terakhir, pendekatan penindakan yang akan dilakukan secara tegas dan profesional untuk pejabat maupun pihak swasta yang berani terlibat korupsi.
Ketiga cara itu diyakini mumpuni untuk mencegah korupsi di Indonesia. KPK yakin strateginya bisa membuat Indonesia bebas dari korupsi ke depannya.
"Strategi pemberantasan korupsi yang mendasar, sistemik, dan holistik serta terintegrasi merupakan semangat baru dalam orkestrasi pemberantasan korupsi," kata Firli.
Jakarta: Ketua
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri membeberkan sejumlah faktor yang membuat
praktik rasuah terjadi di Tanah Air. Korupsi tidak melulu terjadi karena adanya keserakahan.
"Dalam berbagai kesempatan, saya selalu menyampaikan faktor utama penyebab korupsi menurut teori Jack Bologne, yakni
greed (keserakahan),
opportunity (kesempatan),
need (kebutuhan), dan
exposure (pengungkapan)," kata Firli melalui keterangan tertulis, Senin, 18 April 2022.
Firli mengatakan
korupsi juga terjadi karena minimnya moral, etika, dan integritas. Korupsi bisa terjadi karena adanya kesempatan seperti minimnya sistem pencegahan yang dibuat.
"Sehingga, dapat membuka celah bagi kejahatan korupsi," ujar Firli.
KPK memiliki tiga pendekatan untuk mencegah korupsi terjadi di Indonesia. Pertama, mengedepankan pendidikan antikorupsi ke masyarakat.
Baca:
Firli: Pemberantasan Korupsi Bukan Cuma OTT
Lalu, KPK berusaha mencegah korupsi dengan memperkuat sistem yang lemah agar menjadi lebih baik. Terakhir, pendekatan penindakan yang akan dilakukan secara tegas dan profesional untuk pejabat maupun pihak swasta yang berani terlibat korupsi.
Ketiga cara itu diyakini mumpuni untuk mencegah korupsi di Indonesia. KPK yakin strateginya bisa membuat Indonesia bebas dari korupsi ke depannya.
"Strategi pemberantasan korupsi yang mendasar, sistemik, dan holistik serta terintegrasi merupakan semangat baru dalam orkestrasi pemberantasan korupsi," kata Firli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JMS)