Jaksa Agung ST Burhanuddin pada upacara virtual peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-61, Kamis, 22 Juli 2021. Foto: Istimewa
Jaksa Agung ST Burhanuddin pada upacara virtual peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-61, Kamis, 22 Juli 2021. Foto: Istimewa

Jaksa Agung: Hukuman Mati Koruptor Timbulkan Efek Jera

Tri Subarkah • 15 Desember 2021 15:54
Jakarta: Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin berkomitmen memperkuat penegakan hukum di bidang pemberantasan tindak pidana korupsi (tipikor). Kejaksaan, kata dia, tengah menjalankan terobosan hukum dengan menuntut mati terdakwa korupsi.
 
"Hal ini bertujuan untuk menimbulkan efek jera sekaligus sebagai upaya preventif penegakan hukum di bidang tindak pidana korupsi," kata Burhanuddin dalam webinar bertajuk 'Mengangkat Marwah Kejaksaan, Membangun Adhyaksa Modern,' Rabu, 15 Desember 2021. 
 
Tuntutan mati diajukan jaksa penuntut umum (JPU) kepada terdakwa Heru Hidayat dalam kasus korupsi dan pencucian uang di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI). Heru dinilai telah mengulangi tindak pidana setelah sebelumnya divonis penjara seumur hidup di megakorupsi PT Asuransi Jiwasraya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Bandar 37 Kg Sabu Divonis Mati PN Depok
 
Burhanuddin mengatakan pemberantasan korupsi dari kejaksaan tidak hanya beroreintasi pada penghukuman semata. Kejaksaan juga fokus pada pengembalian kerugian negara dari tindak pidana korupsi.
 
Terkait kasus korupsi Jiwasraya yang telah memiliki vonis berkekuatan hukum tetap, Pusat Pemulihan Aset Kejagung telah mengeksekusi uang Rp17.797.463.427 dari narapidana masuk kas negara. Angka itu diperoleh dari rampasan uang dan hasil lelang mobil serta sepeda motor enam terpidana. Kerugian keuangan dalam perkara itu diketahui mencapai Rp16,807 triliun.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif