Ilustrasi KPK. Medcom.id
Ilustrasi KPK. Medcom.id

Barang Rampasan Milik Yaya Purnomo Laku Rp1,6 Miliar

Candra Yuri Nuralam • 15 Maret 2022 11:17
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melelang barang rampasan milik terpidana sekaligus mantan Kasi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo. Barang milik Yaya laku Rp1,6 miliar.
 
"KPK melalui KPKNL Jakarta III telah selesai melaksanakan lelang barang rampasan terpidana Yaya Purnomo dengan berhasil menjual enam obyek lelang dengan nilai Rp1.685.686.931," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Selasa, 15 Maret 2022.
 
Ali mengatakan barang pertama yang dilelang, yakni satu dompet berisi 24 logam mulia yang masing-masing seberat 25 gram. Paket ini laku dijual dengan harga Rp512,32 juta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lalu, KPK melelang satu kotak berisi empat logam mulia yang masing-masing memiliki berat 100 gram. Paket kedua ini terjual dengan harga Rp432,10 juta.
 
Kemudian, KPK menjual satu kotak berisikan 10 logam mulia yang masing-masing seberat 50 gram. Paket ketiga ini terjual dengan harga Rp430,90 juta.
 
Baca: KPK Lelang Perhiasan Sampai Tas Louis Vuitton Milik Yaya Purnomo
 
KPK juga menjual satu dompet berisikan tiga logam mulia yang masing-masing seberat 100 gram. Paket ketiga ini laku seharga Rp239,45 juta.
 
Lalu, KPK berhasil menjual tas Louis Vuitton senilai Rp26,45 juta. Terakhir, KPK melelang tas Gucci senilai Rp18,91 juta.
 
"KPK mengapresiasi masyarakat yang antusias mengikuti setiap agenda lelang yang dilaksanakan oleh KPK melalui kantor lelang negara atau KPKNL Kemenkeu," ujar Ali.
 
Uang hasil lelang itu akan digunakan sebagai biaya pengganti maupun denda Yaya. Uang itu diharapkan bisa mengembalikan kerugian negara dari tindakan korupsi yang dilakukan Yaya.
 
"Dengan telah lakunya obyek barang lelang tersebut dapat memberikan pemasukan bagi kas negara sebagai salah satu bagian dari aset recovery dari perkara tindak pidana korupsi yang ditangani KPK," tutur Ali.
 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif