PT Indocertes memberikan keterangan kepada wartawan di kawasan Pasar Minggu Raya, Pancoran, Jaksel, Senin, 31 Januari 2022. Foto: Medcom.id/Aria Triyudha
PT Indocertes memberikan keterangan kepada wartawan di kawasan Pasar Minggu Raya, Pancoran, Jaksel, Senin, 31 Januari 2022. Foto: Medcom.id/Aria Triyudha

Kasus Penggelapan, Perusahaan Sektor Alutsista Bantah Sekap Pengusaha

Aria Triyudha • 31 Januari 2022 21:15
Jakarta: Dugaan penyekapan terhadap pengusaha Atet Handiyana Sihombing, 44, di hotel di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, menyeruak. Kepada polisi, Atet mengaku disekap selama tiga hari terkait tudingan penipuan oleh perusahaan sektor alat utama sistem senjata (alutsista), PT Indocertes.
 
Pengacara PT Indocertes, Ngarudy Hariman, membantah penyekapan tersebut. Dia mengatakan pengakuan Atet telah disekap tidak benar.
 
“Yang disampaikan saudara Atet disekap oleh oknum TNI terkait permasalahan utang itu merupakan cerita bohong dan penuh rekayasa," kata Ngarudy di kawasan Jalan Pasar Minggu Raya, Pancoran, Jakarta Selatan (Jaksel), Senin, 31 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, pengakuan tersebut dikarang Atet untuk mendapat uang PT Indocertes. Atet sebelumnya diduga sudah menguasai sejumlah uang perusahaan itu.
 
Ngarudy menjelaskan pada Jumat, 27 Agustus 2021, seorang kerabat pimpinan PT Indocertes menemui Atet di hotel di Depok. Setelah itu, ada perdebatan hingga istri Atet berteriak-teriak di hotel. Petugas keamanan hotel melaporkan kejadian itu ke Polres Depok.
 
Baca: Kerangkeng Manusia Bupati Langkat
 
Kepada polisi, sambung Ngarudy, Atet melaporkan seolah-olah ada penyekapan terhadap dirinya. Atas dasar pelaporan itu, dua staf PT Indocertes ditahan.
 
"Selain itu, akibat perbuatan Atet, PT Indocertes berhenti beroperasi sehingga terpaksa memutus kerja para karyawannya  per tanggal 16 Desember 2021," ujar Ngarudy.
 
Ngarudy mengatakan PT Indocertes telah melaporkan Atet ke Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Atet kemudian ditetapkan sebagai tersangka penggelapan, penipuan, dan pencucian uang pada 2 November 2021.
 
"Kami mendorong kepolisian supaya transparan dalam menangani kasus yang menyeret Atet ini," tegas Ngarudy.
 
Atet diduga menipu PT Indocertes puluhan miliaran rupiah dengan dalih mengurus proyek di lingkungan kementerian. Kepada manajemen PT Indocertes, dia mengeklaim sebagai anak angkat dan keponakan dari dua tokoh negeri. Atet ternyata berbohong dengan mencatut nama kedua tokoh itu.
 
Sebelumnya, pengusaha asal Depok, Atet Handiyana Sihombing mengaku disekap selama tiga hari di salah satu hotel di Jalan Margonda Raya. Penyekapan dengan kekerasan itu disebut berlangsung sejak Rabu hingga Jumat, 25-27 Agustus 2021. 
 
Pada Jumat sore, Atet berteriak meminta tolong yang membuat petugas keamanan hotel turun tangan melaporkan kasus ini ke Polres Depok. Atet mengaku mengalami kekerasan fisik maupun mental selama dalam penyekapan. 
 
Dia menduga pelaku ialah orang suruhan perusahaan tempatnya bekerja. Atet mengaku diminta menyerahkan seluruh aset dan harta kekayaan lantaran dianggap menggelapkan uang perusahaan.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif