Ilustrasi KPK/ Dokumentasi Media Indonesia
Ilustrasi KPK/ Dokumentasi Media Indonesia

KPK Eksekusi Zainudin Hasan

Nasional OTT Bupati Lampung Selatan
Antara • 11 Februari 2020 02:59
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan. Vonis terpidana perkara suap dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait proyek di Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan telah berkekuatan hukum tetap.
 
"Kemarin, Kamis 6 Februari 2020 telah dilakukan eksekusi setelah kami menerima putusan dari Mahkamah Agung di mana kasasinya ditolak oleh Mahkamah Agung sehingga putusan itu telah mempunyai kekuatan hukum tetap," kata Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 10 Februari 2020.
 
Ia menyatakan adik kandung dari Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan tersebut dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Bandarlampung. Zainudin bakal menjalani masa pidana selama 12 tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Zainudin juga wajib membayar uang pengganti sekitar Rp66 miliar. Jika tidak dibayar maka akan diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun. "Serta pidana denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan," kata Ali.
 
KPK Eksekusi Zainudin Hasan
Eks Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan mengenakan rompi tahanan KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto.
 
MA telah menolak kasasi yang diajukan Zainudin. Putusan kasasi MA menguatkan vonis 12 tahun penjara terhadap Zainudin sesuai putusan Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang pada 25 April 2019.
 
Zainudin bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lampung Selatan Anjar Asmara dan Kasubbag Keuangan Dinas PUPR Lampung Selatan Syahroni terbukti melakukan pembagian jatah (plotting) proyek kepada rekanan. Mereka juga merekayasa proses pelelangan di dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan.
 
Dari pembagian jatah proyek tersebut, Zainudin melalui orang kepercayaan Zainudin, yang juga Ketua Fraksi PAN di DPRD Provinsi Lampung Agus Bhakti Nugroho sejak 2016 hingga 2018 telah menerima gratifikasi sebesar Rp72,7 miliar dengan nilai total dugaan korupsi sebesar Rp106 miliar.
 
Zainudin juga terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang untuk menyembunyikan asal-usul harta kekayaan yang berasal dari kejahatan rasuah. Seluruh harta kekayaannya berupa uang sejumlah Rp7,1 miliar Rp72,7 miliar dan Rp27 miliar digunakan Zainudin sebesar Rp54,4 miliar untuk ditempatkan pada rekening atas nama Gatoet Soeseno dan Sudarman. Uang itu digunakan untuk keperluan pribadi Zainudin.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif