NEWSTICKER
Kepala Lapas Kembangkuning, Cilacap, Unggul Widyo Saputro. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Kepala Lapas Kembangkuning, Cilacap, Unggul Widyo Saputro. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

KPK Korek Aliran Dana Wawan ke Kalapas Kembangkuning

Nasional kasus wawan suap fasilitas lapas
Candra Yuri Nuralam • 27 Februari 2020 21:29
Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami aliran dana dari tersangka suap fasilitas lembaga pemasyarakatan (lapas) Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan kepada mantan Kepala Lapas Sukamiskin, Bandung, Wahid Husein. Hal ini didalami lewat Kepala Lapas Kembangkuning, Cilacap, Unggul Widyo Saputro.
 
"Terkait dengan proses perizinan kemudian adanya dugaan aliran-aliran yang diterima, berapa jumlahnya, siapa yang memberi," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 27 Februari 2020.
 
Unggul diduga mengetahui ihwal pemberian itu. Namun, Ali belum mau membeberkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ya tentunya dugaannya pasti ada hubungan dengan aliran dana ya," ujar Ali.
 
(Baca:KPK Selidiki Fasilitas Lapas dan Perizinan Buat Wawan)
 
Unggul enggan mengomentari pemeriksaannya. Dia mengaku tidak tahu menahu dengan tersangka.
 
"Enggak, enggak ada apa-apa," ujar Unggul usai diperiksa.
 
Kasus suap fasilitas lapas merupakan pengembangan perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat Wawan. Suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany itu menyuap Wahid Husein. Suap diberikan agar Wawan bisa keluar masuk lapas.
 
KPK menetapkan lima tersangka dalam kasus ini. Mereka ialah, dua eks Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husein dan Deddy Handoko. Selanjutnya, Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi Rahadian Azhar, dan dua warga binaan, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dan eks Bupati Bangkalan Fuad Amin.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif