Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Dugaan Pidana Laporan Palsu Istri Ferdy Sambo, Ini Kata Polri

Antara • 13 Agustus 2022 10:18
Jakarta: Kabareskrim Polri Komjen Agus Andritanto belum bisa menyimpulkan terkait ada tidaknya indikasi pidana dalam dugaan laporan palsu yang dibuat Putri Candrawathi, istri Irjen Ferdy Sambo. Dugaan itu masih diselisik Tim Khusus Polri.
 
"Nanti kami serahkan kepada Timsus keputusannya seperti apa,” kata Agus dilansir dari Antara, Sabtu, 13 Agustus 2022. 
 
Agus mengindikasikan tidak ada peristiwa pelecehan terhadap Putri di kediaman kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan. Indikasi ini terungkap dari hasil gelar perkara yang dipimpin langsung olehnya pada Jumat, 12 Agustus 2022, di Bareskrim Polri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat pimpin gelar tadi, berdasarkan paparan Dirtipidum, semua saksi kejadian menyatakan Brigadir Josua almarhum tidak berada di dalam rumah," ujar dia.
 
Jenderal bintang tiga itu menyebutkan Brigadir J masuk ke dalam tempat kejadian perkara (TKP), rumah dinas di Kompleks Duren Tiga Nomor 46, setelah dipanggil oleh Ferdy Sambo. "Almarhum J masuk saat dipanggil ke dalam oleh FS," ungkap Agus.
 
Putri Candrawathi membuat laporan polisi terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J. Menurut laporan awal, terjadi baku tembak dipicu pelecehan yang dilakukan Brigadir J terhadap istri pimpinannya.
 
Saat itu dilaporkan, bahwa Putri teriak dari kamar sehingga membuat ajudan lainnya, termasuk Bharada E, dan saksi lainnya yang berada di lantai dua terkejut dan langsung turun menanyakan ada kejadian apa. Kemudian, terjadi tembak-menembak.
 

Baca: 3 Pengakuan Ferdy Sambo pada Komnas HAM, Otak Pembunuhan Brigadir J


Seiring perkembangan waktu dan hasil penyidikan yang dilakukan Tim Khusus Polri, terbukti hal itu hanya skenario yang dibuat oleh Ferdy Sambo. Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri telah menggugurkan laporan dugaan pelecehan seksual. Termasuk, laporan dugaan percobaan pembunuhan terhadap Bharada E.
 
Sebelumnya, Direktur Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi menyebutkan, kedua laporan tersebut masuk dalam kategori sebagai upaya untuk menghalang-halangi penyidik dugaan pembunuhan berencana Brigadir J. Dengan sendirinya kedua laporan tersebut dinyatakan gugur.
 
"Kami anggap dua laporan polisi ini menjadi satu bagian masuk dalam kategori obstraction of juctice, menjadi bagian dari upaya menghalangi-halangi pengungkapan dari pada kasus 340 (pembunuhan berencana Brigadir J)," kata Andi.
 
(AGA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif