Sidang perintangan penyidikan kasus Brigadir J atas terdakwa Arif Rachman Arifin. (tangkapan layar)
Sidang perintangan penyidikan kasus Brigadir J atas terdakwa Arif Rachman Arifin. (tangkapan layar)

Arif Rachman Berperan Copy Paste Berita Acara di Kasus Pembunuhan Brigadir J

Fachri Audhia Hafiez • 02 Desember 2022 16:21
Jakarta: Anggota tim khusus (Timsus) Polri Agus Saripul membeberkan peran terdakwa Arif Rachman Arifin dalam kasus obstruction of justice dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Salah satunya, Arif ikut campur tangan dalam proses autopsi jenazah Brigadir J.
 
"Bentuk perbuatan yang disampaikan, kepada pimpinan yang diteruskan kepada Divpropam antara lain, mengikuti proses autopsi bersama dengan AKBP Susanto dan memasuki kamar autopsi," kata Agus saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jumat, 2 Desember 2022.
 
Arif kala itu menjabat sebagai Wakaden B Ropaminal Divpropam Polri. Dia turut mengikuti proses autopsi jenazah Brigadir J di RS Polri Kramat Jati.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, Arif juga ikut campur tangan dalam proses penyelidikan di Polres Metro Jakarta Selatan. Laporan penanganan kematian Brigadir J hanya disalin dari Biro Paminal untuk diserahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan.
 
"Memerintahkan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan agar dalam membuat dalam BAP (berita acara pemeriksaan) tiga saksi dimaksud dengan hanya mengganti judul BAI (berita acara interogasi) dari Biro Paminal menjadi Reskrim Jaksel," ucap Agus.
 
Agus mengaku lupa dengan sosok tiga saksi itu. Selain itu, Ketua Majelis Hakim Ahmad Suhel mempertanyakan maksud poin laporan penanganan tersebut sebagai upaya menyalin.
 
"Copy paste?," tanya hakim.
 
"Copy paste saja waktu itu," ujar Agus.
 

Baca juga: Soal Perempuan di Rumah Sambo, LPSK: Tak Ada Maksud Lain Bharada E


 
Agus dihadirkan sebagai saksi untuk Arif Rachman Arifin. Arif didakwa terlibat kasus obstruction of justice dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
 
Perbuatan itu dilakukan bersama-sama Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria Adi Purnama, Irfan Widyanto, Baiquni Wibowo, dan Chuck Putranto serta Ferdy Sambo. Mereka juga berstatus terdakwa dalam perkara ini.
 
Mereka didakwa melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 subsider Pasal 48 Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

 
(END)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif