Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Foto: MI/Rommy Pujianto
Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Foto: MI/Rommy Pujianto

OTT Komisioner KPU 'Kartu Kuning' Calo Suara

Nasional OTT KPK
Nur Azizah • 09 Januari 2020 11:33
Jakarta: Operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan menjadi 'kartu kuning' keberadaan calo jual beli suara. Tindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini diharap mendapatkan perhatian serius semua pihak.
 
"Peristiwa OTT jadi pelajaran kepada oknum KPU sampai bawah yang selama ini bermain-main dalam suara pemilihan," kata anggota Komisi II DPR Sodik Mudjahid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020.
 
Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu sudah curiga ada oknum KPU yang curang. Dugaan ini berawal dari mahalnya biaya yang harus dikeluarkan partai, calon legislator, dan calon kepala daerah, untuk menyiapkan saksi pengawas pemilu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika KPU kredibel, tidak usah terlalu direpotkan dengan saksi," tutur dia.
 
Menurut dia, Lembaga Antirasuah harus terus mengawasi kinerja para penyelenggara pemilu. Hal ini diperlukan mengingat KPU bakal menyelenggarakan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada September 2020.
 
"KPK harus mengawasi dengan intens kegiatan pemilu, pilpres (pemilihan presiden), dan pilkada. Semua terduga diproses hukum dengan baik dan KPU diminta terus meningkatkan kebersihan jajarannya," pungkas dia.
 
Wahyu Setiawan dibekuk KPK dalam OTT Rabu, 8 Januari 2020. Wahyu ditangkap di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, ketika hendak terbang ke Kepulauan Bangka Belitung.
 
Jajaran Ketua KPK FirliBahuri masih memeriksa intensif Wahyu. Keterangan Wahyu terus dikorek bersama tujuh orang lainnya.
 
"Tim penyelidikan masih bekerja," kata pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri.
 
Belum diketahui siapa saja yang turut diperiksa bersama Wahyu Setiawan. KPK menutup rapat nama-nama yang digiring penyidik dari operasi tangkap tangan itu.
 
Lembaga Antirasuah juga masih irit bicara terkait dugaan suap yang menyeret Wahyu. KPK mempunyai waktu 24 jam menentukan status hukum pihak yang ditangkap dalam OTT itu.
 
"Siang nanti KPK akan menentukan sikap status terhadap para terperiksa," ujar Ali.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif