Tersangka kasus kepemilikan senjata api Kivlan Zen. ANT/Wibowo Armando.
Tersangka kasus kepemilikan senjata api Kivlan Zen. ANT/Wibowo Armando.

Berkas Kepemilikan Senjata Api Kivlan Zen Dilimpahkan Besok

Nasional senjata api
Siti Yona Hukmana • 04 Juli 2019 10:37
Jakarta: Berkas perkara kasus dugaan kepemilikan senjata api Kivlan Zen akan dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Penyidik sedang merampungkan pemberkasan.
 
"Berkas kasus Kivlan Zen dikirim hari Jumat (5 Juli 2019) ke kejaksaan ya," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 4 Juli 2019.
 
Penyidik akan mengirim berkas tahap pertama atau P19. Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan mengevaluasi berkas tersebut. Setelah dinyatakan lengkap, penyidik akan melimpahkan berkas tahap dua atau P21 beserta tersangka dan barang bukti.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Polisi tak membutuhkan keterangan Kivlan dalam proses pelimpahan berkas tahap pertama. Keterangan dari pemeriksaan sebelumnya dinilai cukup.
 
"Tidak ada pemeriksaan lagi," ujar Jerry.
 
Baca: Kivlan Zen Minta Dibebaskan seperti Soenarko
 
Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayjen (Purn) Kivlan Zen ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata api ilegal pada Rabu, 29 Mei 2019. Kivlan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) POM DAM Jaya Guntur, Jakarta Selatan, selama 20 hari. Penahanan diperpanjang pada Kamis, 19 Juni 2019, selama 40 hari.
 
Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menetapkan Kivlan sebagai tersangka kepemilikan senjata api ilegal usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan makar di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri pada Rabu, 29 Mei 2019.
 
Penangkapan Kivlan disebutkan berdasarkan pengembangan dari enam tersangka kepemilikan senjata api ilegal yang sebelumnya sudah ditangkap. Enam tersangka itu ialah IK alias HK, AZ, IR, TJ, AD, dan AF.
 
Keenamnya diduga menunggangi demonstrasi penolak hasil pemilihan umum (pemilu) di Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) 21-22 Mei 2019. Polisi menyita empat senjata api ilegal dari kelompok tersebut.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif