Ilustrasi suap. Foto:L Medcom.id
Ilustrasi suap. Foto:L Medcom.id

Empat Tersangka Suap Restitusi Pajak Segera Disidang

Nasional pajak Restitusi Pajak
Candra Yuri Nuralam • 30 Januari 2020 17:29
Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan berkas perkara empat tersangka kasus dugaan suap terkait pemeriksaan restitusi pajak PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) tahun 2015 dan 2016. Keempatnya segera disidang.
 
"Hari ini dilakukan penyerahan dari penyidik kepada Jaksa Penutut Umum (JPU) tahap II," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jakarta Selatan, Kamis, 30 Januari 2020.
 
Keempatnya Kepala‎ Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing 3 Kanwil Jakarta Khusus, Yul Dirga; Ketua Tim Pemeriksa Pajak PT WAE, Jumari; Anggota Tim Pemeriksa Pajak PT WAE, M Naim Fahmi; dan Supervisor Tim Pemeriksa Pajak PT WAE di Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing, Hadi Sutrisno.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ali menuturkan jaksa punya waktu 14 hari kerja untuk menyusun surat dakwaan. Selanjutnya keempat tersangka bakal menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat.
 
Saat ini, tersangka Yul dan Jumari mendekam di Rumah Tahanan Negara Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK. Sementara, tersangka Hadi dan Naim mendekam di Rutan Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK pada Rutan Pomdam Jaya Guntur.
 
KPK menetapkan lima tersangka dalam kasus ini. Kelimanya Yul Dirga, Jumari, M Naim Fahmi, Hadi Sutrisno dan Komisaris Utama PT WAE, Darwin Maspolim.
 
Darwin diduga memberi suap Rp1,8 miliar untuk Yul, Hadi, Jumari, dan Naim. Suap diberikan dengan tujuan menyetujui pengajuan restitusi pajak PT WAE tahun pajak 2015 Rp5,03 miliar dan tahun pajak 2016 Rp2,7 miliar.
 
PT WAE merupakan perusahaan penanaman modal asing yang menjalankan bisnis sebagai dealer dan pengelola layanan sales, services, spare part, dan body paint untuk mobil merk Jaguar, Bentley, Land Rover, dan Mazda.
 
Darwin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.
 
Yul, Hadi, Jumari, dan Naim disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif