Peneliti Pukat UGM Oce Madril. (Foto: MI/Rommy Pujianto)
Peneliti Pukat UGM Oce Madril. (Foto: MI/Rommy Pujianto)

Pansel KPK Diminta Memahami Kebutuhan Lembaga Antikorupsi

Nasional pansel kpk seleksi pimpinan kpk
Media Indonesia • 17 Mei 2019 16:29
Jakarta: Ketua Pusat Kajian AntiKorupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM), Oce Madril menyatakan, panitia seleksi (pansel) pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus memahami kebutuhan KPK.
 
"Itu dibutuhkan, sehingga pansel dapat menyeleksi kandidat yang tepat untuk menakhodai KPK empat tahun ke depan," tutur Oce, di Jakarta, Jumat, 17 Mei 2019.
 
Pembentukan pansel merupakan amanat undang undang di mana Presiden melalui pansel akan menjaring nama-nama calon pimpinan KPK. Setelah itu nama tersebut akan diusulkan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kualitas pansel KPK, kata Oce, menentukan nasib pemberantasan korupsi empat tahun mendatang. Karenanya, pansel dituntut mampu menyaring calon pimpinan KPK yang berani, berintegritas, profesional, dan independen.
 
Baca juga:Presiden Kantongi Nama Pansel KPK
 
"Kepemimpinan KPK periode 2015-2019 banyak menyisakan pekerjaan rumah. Beberapa di antaranya banyak kasus besar yang belum selesai, minimnya jumlah personel, konflik internal yang makin menguat," terang Oce.
 
Menurut Oce, Presiden perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum membentuk pansel. Pertama ialah pansel harus terdiri dari unsur pemerintah dan masyarakat, sesuai dengan amanat Undang-undang.
 
"Kemudian, tidak hanya memiliki keilmuan di bidang antikorupsi, namun juga mengenal KPK luar dan dalam. Pansel yang telah mengenal baik KPK secara kelembagaan diharapkan mampu menyaring dan mengusulkan nama-nama calon pimpinan KPK yang dipandang sesuai dan mampu mengatasi masalah yang terjadi," tutur Oce.
 
Terakhir, kata dia, yang perlu menjadi pertimbangan Presiden dalam membentuk pansel ialah memilih anggota pansel yang bersih dari kepentingan. "Apabila pansel tidak bebas kepentingan, dapat dipastikan kandidat yang dipilih merupakan titipan-titipan kepentingan," tandas dia. (M Ilham Ramadhan Avisena)
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif