Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

87 Pedemo UU Ciptaker Menjadi Tersangka

Nasional Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Cindy • 10 Oktober 2020 15:43
Jakarta: Polda Metro Jaya menetapkan 87 tersangka kerusuhan saat demo menolak Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) pada Kamis, 8 Oktober 2020. Namun, hanya tujuh tersangka yang ditahan.
 
"Kenapa 80 (tersangka) enggak ditahan? Karena pasalnya ada ancaman hukuman, tergantung unsur pasalnya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Sabtu, 10 Oktober 2020.
 
Yusri mengatakan tujuh orang yang ditahan merupakan anggota kelompok anarko. Mereka disangka melanggar Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sisanya 80 ini masih kita dalami tapi sudah jadi tersangka. Ancamannya sejauh ini masih di bawah lima tahun jadi enggak ditahan. Pasalnya antara lain 212, 216, dan 406 KUHP," ucap dia.
 
Baca: 5.918 Terduga Perusuh Demo UU Ciptaker Ditangkap, 240 Diproses Pidana
 
Polisi juga masih mendalami peran dari para tersangka. Sejumlah bukti telah dikumpulkan, seperti gambar para tersangka tengah melempar batu atau memukul dengan kayu.
 
Bukti lainnya yakni keterangan saksi, bukti rekaman Closed Circuit Television (CCTV) dan video pendek dari media sosial. Polisi mencurigai ada dalang di balik penyerangan yang dilakukan kelompok anarko tersebut.
 
"Ini masih kita kumpulkan semuanya untuk mencari aktor yang di belakang kelompok ini, karena indikasinya ke arah sana. Mereka seperti kaya makan, mereka makan itu ada mobil yang mengantarkan makanan ke kelompok mereka, lalu batu-batu sampai bom molotov. Ini masih kita selidiki semua," tutup Yusri.
 
Sebanyak 1.192 orang ditangkap akibat merusuh saat demo menolak UU Ciptaker di DKI Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2020. Mereka terdiri atas siswa sekolah teknik menengah (STM), mahasiswa, buruh, dan pengangguran.
 
Sebanyak 285 orang kedapatan membawa senjata tajam (sajam). Kerusuhan ini membuat 18 pos polisi rusak dan hangus terbakar. Kemudian, 20 halte bus TransJakarta juga dirusak dan dibakar.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif