Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi. Medcom.id
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi. Medcom.id

OJK Diminta Mediasi Maybank dan Winda Earl

Nasional kasus penggelapan kasus pembobolan dana
Renatha Swasty • 11 November 2020 07:02
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diminta mempertemukan pihak Maybank dan nasabah Winda Lunardi alias Winda Earl. Ini untuk mencari jalan tengah terkait masalah yang tengah terjadi.
 
"OJK bukan hanya membuat pernyataan, tapi juga bisa memanggil Maybank dan konsumen untuk dimediasi untuk mencari solusi menguntungkan kedua belah pihak," kata Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi dalam PrimeTalk Metro Tv, Selasa, 10 November 2020.
 
Tulus menyebut mediasi penting mengingat pihak kuasa hukum Maybank dan nasabah saling tuding. Karena itu, perlu ada pengusutan dan investigasi untuk mengetahui duduk perkara sebenarnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menyebut mediasi bisa dilakukan meski proses hukum sedang berjalan di kepolisian. "Kalau nunggu pidana tentu prosesnya lama. Secara perdata sehingga ada titik temu menguntungkan kedua belah pihak," tutur dia.
 
Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo menyebut bakal mengundang pihak bank dan nasabah untuk mencarikan solusi. Meski, pihaknya bakal menunggu proses hukum yang tengah berjalan.
 
Dia menyebut bila ada kepastian dari Maybank untuk beritikad baik mengembalikan uang Winda Earl ketika sudah ada putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap maka sangat baik.
 
"Bayangan saya dari Maybank apakah ada dana yang ditaruh di escrow account untuk menujukkan itikad baik, itu sesuatu yang dibicarakan dalam mediasi," tutur dia.
 
(Baca: 6 Kejanggalan Kasus Pembobolan Dana Winda Earl Menurut Hotman Paris)
 
Sementara itu, kuasa hukum Maybank, Hotman Paris Hutapea, meminta pihak kepolisian membongkar lebih dulu keanehan yang ditemukan terkait pembobolan dana nasabah. Salah satunya, uang dibisniskan oleh tersangka Kepala Cabang Maybank Cipulir AT dengan sepengetahuan Winda Earl maupun keluarganya.
 
Hotman mencurigai uang dibisniskan. Hal ini terlihat dari investigasi internal perusahaan yang menemukan uang senilai Rp6 miliar dibelikan polis asuransi atas nama Winda.
 
Namun, beberapa bulan kemudian dibatalkan dan uang kembali, lalu masuk ke rekening ayah Winda, Herman Lunardi, senilai Rp4 miliar.
 
"Pertanyaan kuncinya apakah uang ini disetujui dibisniskan (oleh) pimpinan cabang, melihat keanehan-keanehan. Kalau disetujui, tidak ada alasan bagi kami untuk membayar (ganti rugi)," tegas Hotman.
 
Pakar hukum perbankan Yunus Husein mendukung mediasi. Namun, dia menyebut melalui perkara pidana, perdata, maupun mediasi mesti mengungkap fakta sebenarnya.
 
Pihak-pihak yang terlibat termasuk pemilik rekening dan ayah Winda mesti dimintai keterangan. Pihak-pihak yang terlibat juga mesti menyampaikan keterangan dengan jujur.
 
"Semua pihak memberikan informasi fakta yang benar agar putusan pidana atau perdata tidak keliru. Biarkan OJK mendorong terungkapnya fakta-fakta sehingga ditemukan kebenaran dan memuaskan semua pihak," tutur dia.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif