Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus M. Adi Toegarisman (dua kanan) Foto:MI/Bary Fathahilah.
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus M. Adi Toegarisman (dua kanan) Foto:MI/Bary Fathahilah.

Lima Tersangka Korupsi Jiwasraya Ditahan Terpisah

Nasional Jiwasraya
Juven Martua Sitompul • 14 Januari 2020 22:28
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan lima tersangka kasus dugaan korupsi PT Jiwasaya (Persero). Kelimanya akan mendekam dibui untuk 20 hari ke depan.
 
“Tadi prosesnya telah dilakukan penahanan lima orang tersangka sejak hari ini sampai 20 hari ke depan,” kata Jampidsus Kejagung Adi Toegarisman di Kejagung, Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020.
 
Adi mengatakan kelima tersangka ditahan secara terpisah. Komisaris PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro ditahan di Rutan KPK, dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), Heru Hidayat ditahan Rutan Salemba.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selanjutnya, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya, Syahmirwan ditahan di Rutan Cipinang; mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya; Hary Prasetyo ditahan di Rutan Salemba; dan mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya ditahan di Rutan Guntur.
 
“Ini adalah kelanjutan proses penyidikan yang kita lakukan sesuai dengan usul dari tim penyidik maka pada para tersangka dilakukan penahanan di rutan,” kata dia.
 
Adi tak memerinci peran masing-masing tersangka. Yang jelas, kata dia, tim penyidik masih akan terus bekerja mengumpulkan bukti-bukti tambahan untuk merampungkan berkas penyidikan kelima tersangka.
 
“Perannya berarti kita menjelaskan rangkaian perbuatannya. Ini kan masih penyidikan semua langkah hukum akan kami lakukan,” pungkasnya.
 
Kejagung menetapkan lima orang tersangka kasus dugaan korupsi PT Jiwasraya. Kelimanya ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan bukti yang cukup.
 
Kelima orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya, Syahmirwan; mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya; Hary Prasetyo, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), Heru Hidayat; dan Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro.
 
Kelima tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Kasus Jiwasraya bermula dari laporan pengaduan masyarakat dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta yang mengendus adanya dugaan tindak pidana korupsi sejak 2014 sampai dengan 2018.
 
Jiwasraya melalui unit kerja pusat bancassurance dan aliansi strategis menjual produk JS Saving Plan dengan tawaran persentase bunga tinggi berkisar antara 6,5 persen dan 10 persen sehingga memperoleh pendapatan total dari premi sebesar Rp53,27 triliun.
 
Hingga Agustus 2019, Jiwasraya menanggung potensi kerugian negara sebesar Rp13,7 triliun. Jiwasraya membutuhkan dana Rp32,89 triliun agar bisa mencapai rasio Risk Based Capital (RBC) minimal 120 persen. Secara umum, RBC adalah pengukuran tingkat kesehatan finansial suatu perusahaan asuransi, dengan ketentuan OJK mengatur minimal batas RBC sebesar 120 persen.
 
Terdapat empat alternatif penyelamatan Jiwasraya. Mulai dari strategic partner yang menghasilkan dana Rp5 triliun, inisiatif holding asuransi Rp7 triliun, menggunakan skema finansial reasuransi sebesar Rp1 triliun dan sumber dana lain dari pemegang saham sebesar Rp19,89 triliun. Jadi, total dana yang dihimpun dari penyelamatan tersebut sebesar Rp32,89 triliun.
 
Saat ini ada delapan perusahaan yang tertarik menyuntikan dana untuk pemulihan Jiwasraya. Nantinya satu perusahaan dengan penawaran terbaik akan dipilih untuk menjadi pemegang saham di Jiwasraya Putra sebagai anak usaha dari Jiwasraya.
 
Jiwasraya Putra telah membuat perjanjian kerja sama distribusi, salah satunya melalui kerja sama kanal pemasaran bancassurance. Kerja sama tersebut akan menggandeng perusahaan BUMN seperti PT Bank Tabungan Negara Tbk, PT Pegadaian, PT Telekomunikasi Seluler, dan PT Kereta Api Indonesia.
 

 

 

(BOW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif