Sidang pembacaan dakwaan perusuh 22 Mei di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang pembacaan dakwaan perusuh 22 Mei di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

48 Perusuh 22 Mei Didakwa Melakukan Kekerasan

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
Fachri Audhia Hafiez • 13 Agustus 2019 05:00
Jakarta: Sebanyak 48 orang yang diduga pelaku kerusuhan pada 22 Mei 2019 menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Masing-masing didakwa melakukan tindakan yang berbeda-beda.
 
"Dengan kekerasan terdakwa memaksa seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas sah dalam hal ini adalah anggota polisi yang sedang menjalankan tugas pengamanan," kata Jaksa Penuntut Umum Januar di PN Jakarta Pusat, Kemayoran, Senin, 12 Agustus 2019.
 
Baca Juga:Komnas HAM Rampungkan Investigasi Kericuhan 22 Mei

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ke-48 perusuh itu diantaranya Sifaul Huda, Peri Erlangga, Mochamad Faisal, Ical, Muhammad Isya, Abdul Azis, Dafit Zikrianto, Fajri, Ridwan, Mafrizal, Helmi Tanjung, Daryanto, Erlangga, Dedi Setiawan, Muhamad Soleh, Cholid, Supriadi, Hafiz Ismail, Pancaka, dan Mat Ali.
 
Kemudian Armin Melani, Sofyanto, Joni Afriyanto, Ahmad Rifai, Sandi Maulana, Jabbar Khomeni, Suhartono, Budhy Fransisco, Agus Purnomo, Arif Akbar, Abdillah, Baharuddin, Rendy, Abdurrais, Jumawal, Zulkadri, Vivi Andrian, Syamsul Huda, Yoga Firdaus, Rizki Ilham, Andika, Heriyanto, M. Firdaus, Ade Badri, Guruh Rohmat, Akmaludin, Abdul Rosid, Asep Ridwanullah
 
Kendati melakukan kekerasan secara bersamaan, namun ke-48 perusuh dinilai melakukan aksi yang berbeda dalam surat dakwaannya. Selain melakukan aksi kekerasan kepada aparat kepolisian, mereka juga ada yang didakwa melakukan perusakan atribut aparat, merusak fasilitas umum dan mengganggu ketertiban publik.
 
Beberapa orang juga didakwa telah merusak Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Lebih detail, terdakwa Suhartono, Budhy Fransisco, Agus Purnomo, Arif Akbar, Abdillah, dan Baharuddin disebut melakukan kerusakan menggunakan bom molotov.
 
"Terdakwa terus melakukan pelemparan batu sehingga aksi semakin rusuh. Melempar bom molotov sehingga terjadi perusakan," ujar Januar.
 
Jaksa menilai perbuatan para terdakwa masing-masing telah melanggar Pasal 212, 214, 218, dan 170 KUHP. Sebelumnya, polisi menetapkan 447 orang sebagai tersangka kerusuhan 21-22 Mei 2019 di depan Gedung Bawaslu, Jakarta. Penangkapan dilakukan di beberapa titik kerusuhan, di antaranya Jalan MH Thamrin, depan Kantor Bawaslu, daerah Monumen Patung Kuda Arjuna Wiwaha, kawasan Menteng, Slipi, dan Petamburan.
 

(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif