62 TKI asal NTT Tewas di Malaysia Sepanjang 2017

Whisnu Mardiansyah 15 Februari 2018 15:22 WIB
tki
62 TKI asal NTT Tewas di Malaysia Sepanjang 2017
Ilustrasi TKI.
Jakarta: Kasus kematian Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Malaysia terbilang tinggi sepanjang 2017. Kematian disebabkan sakit dan insiden kecelakaan. 

"Sebanyak 62 pekerja migran asal Nusa Tenggara Timur meninggal dunia di sepanjang tahun 2017 di Malaysia," kata Direktur Ekskutif Migrant Care Wahyu Susilo saat berbincang dengan Medcom.id, Kamis, 15 Februari 2018.

Dari data yang dihimpun, 45,2 persen TKI meninggal karena sakit. Penyebab lainnya yang cukup besar karena insiden kecelakaan karamnya kapal yang terjadi Januari 2017 tahun lalu di Johor Malaysia. Sebanyak 10 orang tewas di antaranya warga NTT. 


Jalur laut dipilih para TKI asal NTT masuk ke Malaysia secara ilegal. Padahal risiko bahayanya lebih besar seperti karamnya kapal dan cuaca buruk. 

Mereka masuk ke wilayah Malaysia melalui jalur-jalur tak resmi. "Mereka lewat Selat Malaka masuk melalui Tanjung Balai menuju Port Dickson, Johor pakai kapal tongkang," beber Wahyu.

Tingginya kasus pekerja migran asal Indonesia yang tewas ini mengindikasikan para pekerja migran masih rentan terhadap situasi-situasi migrasi yang sulit, tidak aman, dan pada akhirnya menyebabkan kematian. 

Terlebih lagi para TKI ilegal tak mendapatkan akses jaminan kesehatan dan jaminan sosial selama bermigrasi di luar negeri. Kematian Adelia Lisao yang diduga tewas setelah dianiaya oleh majikannya menambah daftar panjang kasus kematian TKI asal NTT di negeri Jiran. 

(Baca juga: Diplomat Diminta Serius Dampingi TKI)

"Migrant CARE mendesak pengusutan tuntas kasus ini hingga pengawalan pada proses peradilan pelaku," tegas dia. 

Adelina merupakan tenaga kerja asal NTT yang ditemukan oleh para tetangga majikannya. Para tetangga dari majikan Adelina Jemirah menduga ada yang tak beres saat melihat dia tidur di samping anjing Rottweiler hitam. Mereka saat itu melihat Adelina tidur hanya beralaskan tikar jerami.

Salah satu tetangga melihatnya menghadapi gigitan nyamuk pada malam hari. Tetangga tersebut juga melihat luka bakarnya telah mengeluarkan nanah. Melihat hal tersebut, Adelina berkali-kali ditanya mengenai kondisinya. Namun, dia tak merespons pertanyaan itu.

Senin lalu, jenazah Adelina diperiksa oleh pihak berwenang. Dia dilaporkan meninggal karena kegagalan beberapa organ akibat kurang darah.

Seorang wanita 60 tahun ditangkap dari rumah tempat Adelina bekerja pada Selasa kemarin. Dua anaknya, seorang pria 39 tahun dan perempuan 36 tahun sebelumnya ditahan dan dimintai keterangan.

Polisi Penang kini tengah menunggu hasil autopsi Adelina. "Kami tidak mengesampingkan dugaan kekerasan ini terjadi berbulan-bulan, namun kami masih menunggu hasil autopsi jenazah," tutur Kepala Polisi Penang Komisaris Datuk A Thaiveegan.

(Baca juga: Legal atau Ilegal Negara Harus Hadir Lindungi TKI)
 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id