Wakil Ketua KPK Alexander Marwata/MI/Rommy Pujianto
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata/MI/Rommy Pujianto

Peran PT Waskita pada 14 Proyek Fiktif Diselidiki

Nasional Korupsi di PT Waskita Karya
Juven Martua Sitompul • 19 Desember 2018 18:43
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengembangkan kasus dugaan korupsi 14 proyek fiktif garapan PT Waskita Karya. Salah satu yang tengah diselisik ialah pengetahuan korporasi dalam praktik korupsi tersebut.

"Kita lihat juga nanti apakah ketika menyubkontrakkan itu atas sepengetahuan korporasi dan apa upaya-upaya yang dilakukan oleh korporasi untuk mencegah terjadinya pekerjaan fiktif tadi itu," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 19 Desember 2018.

Baca: KPK Tetapkan Dua Pegawai PT Waskita Karya Sebagai Tersangka

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



KPK tak segan menyerat BUMN itu sebagai tersangka korporasi bila menemukan bukti. Terlebih bila PT Waskita tidak berupaya mencegah tindak pidana korupsi dalam 14 proyek fiktif itu. "BUMN-BUMN yang terlibat dalam proses penyuapan atau tindak pindana korupsi yang dilakukan oleh pengurusnya, pegawainya, tak tertutup kemungkinan untuk kita tersangkakan juga," tegas dia.

Baca: Empat Petinggi PT Waskita Karya Dicegah

KPK menetapkan Kepala Divisi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk periode 2011-2013, Fathor Rachman dan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk periode 2010-2014 Yuly Ariandi Siregar sebagai tersangka. Kedua tersangka diduga melakukan pengeluaran atau pembayaran 14 pekerjaan fiktif PT Waskita Karya kepada perusahaan-perusahaan subkontraktor. Negara diduga merugi hingga Rp186 miliar.

Proyek-proyek infrastruktur itu ialah:
1. Proyek normalisasi kali Bekasi Hilir, Jawa Barat
2. Proyek Banjir Kanal Timur (BKT) paket 22, Jakarta
3. Proyek Bandara Kuala Namu, Sumatera Utara
4. Proyek Bendungan Jati Gede, Sumedang, Jawa Barat
5. Proyek normalisasi kali pesanggarahan paket 1, Jakarta
6. Proyek PLTA Genyem, Papua
7. Proyek tol Cinere-Jagorawi (Cijago) Seksi 1, Jawa Barat
8. Proyek fly over Tubagus Angke, Jakarta
9. Proyek fly over Merak-Balaraja, Banten
10. Proyek Jalan Layang non tol Antasari-Blok M (Paket Lapangan Mabak), Jakarta
11. Proyek Jakarta Outer Ring Road (JORR) Seksi W 1, Jakarta
12. Proyek Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa Paket 2, Bali
13. Proyek Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa Paket 4, Bali
14. Proyek Jembatan AJI Tulur-Jejangkat, Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Baca: KPK Geledah Sejumlah Lokasi Sebelum Jerat Pegawai Waskita Karya

Fathor dan Yuly disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.


(OJE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi