Anggota Tim Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiga Uno, Eggi Sudjana. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Anggota Tim Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiga Uno, Eggi Sudjana. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

Eggi Sudjana Minta Gelar Perkara Khusus

Nasional kasus makar
Cindy • 29 Mei 2019 11:33
Jakarta: Tersangka kasus makar Eggi Sudjana ingin menempuh jalur persuasif dan internal dengan kepolisian. Ia mencabut gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).
 
"Kami merasa ini bukan suatu perkara yang rumit, makanya kita cabut saja. Istilahnya kita minta nanti gelar perkara khusus dengan pihak penyidik," kata kuasa hukum Eggi, Pitra Romadoni, di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Jaksel, Rabu, 29 Mei 2019.
 
Menurut dia, pihaknya telah menyiapkan tim ahli mengusut perkara makar yang disangka kepada kliennya. Dia ingin gelar perkara dengan pihak kepolisian bisa dikabulkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mohon kiranya untuk diakomodasi dengan baik dalam menyelesaikan permasalahan ini. Jadi enggak semuanya diselesaikan melalui pengadilan, di luar pengadilan juga bisa diselesaikan," ujar Pitra.
 
Dia menilai perkara Eggi bukan kasus serius. Eggi diklaim hanya menyatakan pendapat sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.
 
Pitra pun menyebut penyelesaian internal dengan gelar perkara khusus kepolisian perlu dipertimbangkan. “Kita selalu mengedepankan upaya persuasif dalam menyelesaikan permasalahan ini tanpa adanya perlawanan hukum," jelas dia.
 
Eggi Sudjana mengajukan gugatan praperadilan atas status tersangka kasus makar Jumat, 10 Mei 2019. Eggi ditetapkan sebagai tersangka, Selasa, 7 Mei 2019.
 
Penyidik menemukan sejumlah alat bukti yang cukup untuk penetapan tersangka, di antaranya video Eggi yang menyuarakan people power dan pemberitaan di media daring. Penyidik juga memeriksa enam saksi dan empat ahli. Keterangan tersebut kemudian dicocokkan dengan barang bukti dan dokumen yang telah disita.
 
Baca: Eggi Sudjana Imbau Masyarakat Tidak Melakukan People Power
 
Penyidik menangkap Eggi, Selasa, 14 Mei 2019. Penangkapan dilakukan agar Eggi tidak menghindari panggilan pemeriksaan. Pasalnya, Eggi sempat menolak diperiksa.
 
Dia meminta polisi memerika saksi dan ahli yang diajukan pihaknya. Saat diperiksa, dia juga emoh memberikan telepon genggamnya kepada penyidik.
 
Eggi ditahan di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya. Eggi disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif