Gedung Merah Putih KPK. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Gedung Merah Putih KPK. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

KPK Yakin Menang Jika Mardani Maming Ajukan Praperadilan

Candra Yuri Nuralam • 26 Juni 2022 09:26
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak takut jika Bendahara Umum (Bendum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Mardani H Maming mengajukan praperadilan atas penetapan status tersangkanya. Lembaga Antikorupsi yakin menang jika Maming mengajukan praperadilan.
 
"KPK telah memiliki kecukupan alat bukti dan kami pastikan proses penyidikan dimaksud sesuai prosedur hukum berlaku," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis yang dikutip pada Minggu, 26 Juni 2022.
 
Ali mengatakan seluruh bukti yang dimiliki KPK sudah didasari dengan aturan hukum yang berlaku. Lembaga Antikorupsi bisa mempertanggungjawabkan penetapan tersangka tersebut dalam persidangan praperadilan jika dipermasalahkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KPK juga tidak mau mengintervensi Maming jika mau mengajukan praperadilan. Langkah hukum itu merupakan hak semua masyarakat.
 
"Jika memang yang bersangkutan akan ajukan praperadilan, tentu KPK siap hadapi,"  ujar Ali.
 
Mardani H Maming tengah mempertimbangkan menempuh praperadilan terkait status tersangka oleh KPK. Mardani melalui kuasa hukumnya, Ahmad Irawan, menjelaskan pihaknya tengah mengumpulkan bukti kuat untuk membantah status tersangka tersebut.
 
"Hak hukum yang diberikan dan ruang hukum yang tersedia kita akan manfaatkan untuk mendapatkan keadilan," ujar Ahmad Irawan, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 25 Juni 2022.
 
Baca Juga: Ketum Hipmi Pertimbangkan Tempuh Jalur Pra Peradilan

 
Pihak Mardani menimbang untuk menempuh praperadilan. Hal dimaksud lantaran Mardani sejak awal yakin tidak bersalah dan pada satu fakta persidangan terdakwa menyebut Ketum Hipmi itu tidak menerima aliran dana.
 
Maming terjerat kasus dugaan suap izin pertambangan. Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi menyebut dua orang yang dicegah KPK dalam kasus ini, yakni Mardani Maming dan adiknya, Rois Sunandar.
 
Maming dicegah karena berstatus tersangka. Namun, pihak Imigrasi tidak memerinci status Rois dalam pencegahan itu. Rois pernah diperiksa KPK pada Kamis, 9 Juni 2022, saat kasus ini di tahap penyelidikan.
 
Sementara itu, Mardani diperiksa KPK pada 2 Juni 2022. Dia tak banyak berkomentar saat dicecar sejumlah pertanyaan oleh awak media. Dia hanya mengaku diperiksa terkait masalahnya dengan pemilik PT Jhonlin Group Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif