Gedung KPK. Foto: Medcom.id/Fachrie Audhia Hafiez
Gedung KPK. Foto: Medcom.id/Fachrie Audhia Hafiez

KPK Gali Unsur Pidana dalam DAK Lamteng

Candra Yuri Nuralam • 29 Maret 2022 09:13
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mengusut dugaan korupsi dana alokasi khusus (DAK) Lampung Tengah, Lampung. KPK masih mencari unsur pidana dalam kasus yang masih tahap penyelidikan itu.
 
"Proses penyelidikan itu tentu kan mencari peristiwa pidana, apakah kemudian ada peristiwa pidana dan kemudian itu pidana korupsi, menjadi kewenangan KPK, maka tentu akan diteruskan atau ditingkatkan pada proses berikutnya dalam proses penyidikan," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri di Jakarta, Selasa, 29 Maret 2022.
 
Pihaknya bakal mendalami semua informasi yang didapat untuk mengusut perkara ini. Termasuk, mempelajari putusan kasus suap penanganan perkara yang menjerat mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Putusan mengenai Azis Syamsuddin di perkara sebelumnya di Jakarta Pusat yang telah berkekuatan hukum, tentu ini menjadi dasar nantinya di dalam penambahan informasi dan data dalam proses penyelidikan yang dilakukan," tutur Ali.
 
Baca: KPK Eksekusi Azis Syamsuddin ke Lapas Tangerang
 
Azis terbukti bersalah karena telah menyuap mantan Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju. Uang suap itu agar Azis tidak diseret dalam kasus DAK Lampung Tengah.
 
Azis telah dieksekusi KPK ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) klas I Tangerang, pada 7 Maret 2022. untuk menjalani pidana penjara tiga tahun dan enam bulan. Eksekusi ini mengacu pada putusan Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat Nomor : 89 /Pid.Sus-TPK/2021/PN Jkt. Pst tanggal 17 Februari 2022.
 
KPK juga memiliki kewajiban membayar uang denda Rp250 juta dari kasus suap penanganan perkara. Uang itu sudah dibayarkan.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif