Ilustrasi. MI/Ferdian Ananda Majdi
Ilustrasi. MI/Ferdian Ananda Majdi

Pegawai Batan Diduga Tak Sendiri Mengelola Zat Radioaktif

Nasional nuklir
Media Indonesia • 03 Maret 2020 18:45
Jakarta: Polisi masih menyelidiki motif pegawai Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) berinisial SM menyimpan zat radioaktif di kediamannya. Namun, polisi menduga SM tidak sendirian mengelola zat radioaktif secara ilegal.
 
"Mengapa? Dia menyimpan bahan itu tentunya, dari mana bahan itu, mengelolanya bagaimana, dan distribusikan ke mana, yang jelas diduga dia melakukanya tidak sendirian," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adisaputra di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2020.
 
Polisi dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) menemukan sejumlah zat radioaktif di rumah SM, Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan, Banten. Salah satu zat radioaktif yang ditemukan adala sesium 137.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Polisi Gali Asal-Usul Zat Radioaktif di Rumah Pegawai Batan
 
Hingga saat ini, SM masih diperiksa dengan status sebagai saksi. Namun, ia berpotensi melanggar hukum karena telah menyimpan zat radioaktif sesium 137 dan beberapa zat lainnya secara ilegal.
 
SM terancam melanggar Pasal 42 dan Pasal 43 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran dengan hukuman pidana penjara dua tahun dan denda Rp100 juta.
 
Asep menyebut SM selama ini melakukan dua jenis layanan dekontaminasi. Pertama, SM melayani permintaan seseorang untuk memastikan paparan zat radioaktif di tempat kliennya. "Dia (SM) mendeteksi itu dan menyatakan clear," terangnya.
 
Pegawai Batan Diduga Tak Sendiri Mengelola Zat Radioaktif
Aktivitas pembersihan radioaktif di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Selasa 18 Februari 2020. Foto: Medcom.id/Farhan
 
Layanan kedua yang ditawarkan SM adalah pemberian jaminan atau sertifikasi bebas radioaktif terhadap suatu tempat. "Apabila tidak terpapar zat radioaktif dia akan memberikan setifikat. Itu dilayani secara online," imbuhnya.
 
Asep memastikan proses dekontaminasi di area perumahan tersebut terus dilakukan oleh pihak kepolisian maupun Bapeten. Menurut penilaian Bapeten, kata Asep, paparan zat radioaktif di wilayah itu sudah berkurang.
 
"Artinya masih dalam posisi aman. Informasi itu sudah disitribusikan ke masyarakat dan masyarakat tenang beraktifitas. Dari proses dekontaminasi itu akan dinyatakan bahwa tempat itu clear dari tempat itu," tandasnya. (Tri Subarkah).
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif