Mantan Sekretaris MA Nurhadi Abdurrachman. Foto: MI/Rommy Pujianto
Mantan Sekretaris MA Nurhadi Abdurrachman. Foto: MI/Rommy Pujianto

Eddy Sindoro Minta Staf Buatkan Memo untuk Nurhadi

Nasional suap di ma
Damar Iradat • 07 Januari 2019 16:26
Jakarta: Staf legal PT Artha Pratama Anugrah Wresti Kristian Hesti mengaku eks petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro, pernah menginstruksikannya untuk membuat memo kepada mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Memo itu terkait dengan perkara hukum sejumlah perusahaan yang terafisiliasi dengan Eddy.
 
Menurut Wresti, memo itu tidak secara gamblang menyebut nama Nurhadi. Nama Nurhadi, kata dia, diberi kode huruf N.
 
"Biasanya saya diminta membuat memo untuk Pak N atau WU," kata Wresti saat bersaksi untuk terdakwa Eddy Sindoro di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 7 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wresti baru mengetahui jika kode N dan WU tersebut merujuk ke Nurhadi dari Doddy Aryanto Supeno, pegawai PT Artha Pratama Anugerah yang merupakan anak usaha Lippo Group. Padahal, ia dan Eddy Sindoro kerap berkomunikasi dan membicarakan kode N dan WU.
 
"Saya tahu N dan WU itu Nurhadi dari Pak Doddy. Jabatannya sekretaris MA," tutur dia.
 
Hal tersebut diketahui saat jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menampilkan barang bukti berupa percakapan Wresti dan Eddy Sindoro di aplikasi perpesanan. Dalam komunikasinya, keduanya beberapa kali menyebut kode N dan WU.
 
"Saya hanya siapkan semua dalam bentuk tertulis, dalam bentuk memo dan summary. Setelah itu saya titipkan kepada Pak Doddy," tegas Wresti.
 
Baca: Anak Buah Eddy Sindoro Mengaku Dimintai Uang Panitera
 
Eddy Sindoro didakwa menyuap panitera Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Edy Nasution. Suap diduga diberikan terkait pengurusan sejumlah perkara untuk beberapa perusahaan di bawah Lippo Group yang ditangani di PN Jakarta Pusat.
 
Suap itu antara lain sebesar Rp100 juta agar Edy Nasution menunda pemberian peringatan dari pengadilan kepada pihak beperkara alias aanmaning terhadap PT Metropolitan Tirta Perdana (MTP). Uang tersebut diberikan melalui perantara Wawan Sulistyawan dan Doddy Aryanto.
 
Selain itu, Eddy Sindoro juga didakwa menyuap Edy Nasution sebesar Rp50 juta dan USD50 ribu. Uang suap itu terkait permintaan perkara PK yang diajukan PT PT Across Asia Limited.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif