Mantan Mensos yang juga mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham resmi menjadi tahanan KPK. Foto: MI/Adam Dwi.
Mantan Mensos yang juga mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham resmi menjadi tahanan KPK. Foto: MI/Adam Dwi.

Idrus: PLTU Riau-I Bukan Proyek Golkar

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Damar Iradat • 12 Februari 2019 21:16
Jakarta: Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Idrus Marham menegaskan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU)Riau-I bukan milik partainya. Ia merasa janggal jika dakwaan terhadap dirinya mengaitkan kasus korupsi ini dengan Golkar.
 
"Proyek PLTU bukan proyek Golkar. Ini pribadi dan harus bertanggung jawab," kata Idrus di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Februari 2019.
 
Idrus keberatan jika uang suap yang diterima Eni Maulani Saragih, Bendahara Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar, dikaitkan dengan munaslub. Ia mengaku tak pernah memerintahkan Eni mencari uang untuk penyelenggaraan munaslub.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena ada seakan-akan sesuai keinginan terdakwa selaku penanggungjawab padahal itu saya pada halaman 11 dan tadi dijelaskan Sarmuji (Wakil Sekjen Golkar) tidak ada keinginan terkait masalah keuangan itu," lanjut Idrus.
 
Menurut mantan Menteri Sosial itu, perannya dalam Munaslub 2017 Golkar selaku konseptual bukan untuk mencari uang. Ia menjelaskan sebagai sekjen saat itu, dirinya bertanggung jawab merumuskan konsep.
 
Sementara itu, penanggung jawab utama adalah ketua umum (ketum). Setelah itu, kata dia, ketum mendelegasikan kepada sekjen terkait konsep administrasi. "Kemudian ketua umum mendelegasikan kepada bendahara umum terkait keuangan," beber dia.
 
Sebelumnya, Idrus Marham didakwa menerima suap Rp2,250 miliar dari bos BlackGold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo. Dia disebut menerima suap bersama Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih.
 
Suap itu diberikan agar Eni membantu Kotjo mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) PLTU Riau 1 antara PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PT PJBI), Blackgold Natural Resources (BNR), dan China Huadian Engineering Company (CHEC). PT BNR dan CHEC adalah perusahaan yang dibawa Kotjo.
 
Baca: Sofyan Mengaku Diminta Memenuhi Kepentingan Idrus
 
Idrus berkomunikasi dengan Eni pada 2017. Idrus selaku penanggung jawab Munaslub 2017 Partai Golkar mengarahkan Eni sebagai bendahara penyelenggara untuk meminta uang USD2,5 juta ke Kotjo. Uang itu guna keperluan munaslub.
 
Atas perbuatannya, Idrus didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.
 


 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif