Ratna Bakal Dikonfrontasi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Jakarta: Polda Metro Jaya terus menyelidiki kasus penyebaran informasi bohong dengan tersangka Ratna Sarumpaet. Penyidik bakal mengonfrontasi Ratna dengan sejumlah saksi. 

Besok, tiga orang dipanggil penyidik. Mereka yakni Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Nanik S Deyang, dan Koordinator Juru Bicara Tim BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak. 

"Kita sudah melayangkan surat panggilan kepada Dahnil, Nanik, dan Said Iqbal. Rencana besok Jumat, 26 Oktober 2018 pukul 13.00 WIB. Akan dikonfrontasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Kamis, 25 Oktober 2018. 


Argo menyebut konfrontasi dilakukan lantaran ada perbedaan keterangan antara Ratna dengan ketiganya. Penyidik sebelumnya sudah memeriksa Said, Nanik, dan Dahnil. 

(Baca juga: Publik Ingin Hoaks Ratna Sarumpaet Diusut Tuntas)

"Ada keterangan-keterangan dari saksi ini yang belum sesuai antara satu dengan lain," ujar Argo.

Ratna menjadi tersangka setelah menyebarkan informasi bohong dengan mengaku dianiaya sejumlah orang di Bandung, Jawa Barat, pada Selasa, 21 September 2018. Namun, polisi menemukan pada tanggal itu Ratna sedang dirawat usai operasi plastik di Jakarta. 

Atas kebohongannya, ia dikenai Pasal 14 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Ia terancam hukuman 10 tahun penjara.





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id