Ilustrasi. Pekerja memotong lempengan baja panas di pabrik pembuatan hot rolled coil (HRC) PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di Cilegon, Banten. (Foto: ANTARA/Asep Fathulrahman)
Ilustrasi. Pekerja memotong lempengan baja panas di pabrik pembuatan hot rolled coil (HRC) PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di Cilegon, Banten. (Foto: ANTARA/Asep Fathulrahman)

Kementerian BUMN Hormati Proses Hukum di KPK

Nasional krakatau steel OTT KPK
Annisa ayu artanti • 23 Maret 2019 15:29
Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menghormati proses hukum yang sedang berjalan atas operasi tangkap tangan (OTT) direktur PT Krakatau Steel Tbk.
 
Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno mengatakan, sejauh ini semua kegiatan di Kementerian BUMN berpedoman pada tata kelola lembaga yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Kementerian BUMN terus mendukung langkah KPK dan proses hukum yang berlaku.
 
"Kementerian BUMN menghormati proses hukum yang sedang berjalan di PT Krakatau Steel," kata Fajar Harry di Jakarta, Sabtu, 23 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada Jumat malam, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan direktur Krakatau Steel dan tiga pihak dari unsur swasta di Jakarta dan kawasan BSD City, Tangerang Selatan. Keempatnya dicokok karena diduga terlibat transaksi suap terkait proyek di BUMN.
 
"Diduga menerima uang dari pihak swasta dalam hal ini kontraktor yang kami indikasikan sebelumnya pernah bekerja sama atau pengerjaan proyek dengan BUMN," kata juru bicara KPK Febri Diansyah.
 
Baca juga:KPK Tangkap 2 Orang terkait OTT Krakatau Steel
 
Sementara itu, Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim memastikan bukan dirinya yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia masih memantau perkembangan yang terjadi.
 
"Saya baru mendengar dari berita saja," kata Silmy kepada Medcom.id.
 
Pihak Krakatau Steel akan mengeluarkan pernyataan resmi setelah komisi antirasuah berbicara. Proses hukum yang dilakukan KPK bakal dihormati.
 
"Jangan berandai-andai dulu ya," ujar Silmy.
 
Mantan Dirut PT Pindad (Persero) ini juga menegaskan dirinya tengah memikul tangung jabwab besar setelah ditunjuk Menteri BUMN Rini Soemarno membenahi perusahaan baja yang beroperasi di Cilegon, Banten. Silmy berjanji bakal memberikan perubahan positif serta menjalankan amanat dengan baik.
 
"Saya kan ditugasi Ibu Menteri (BUMN) untuk membenahi Krakatau Steel," pungkas Silmy.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif