Juru bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: MI/Susanto)
Juru bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: MI/Susanto)

KPK Tangkap 2 Orang terkait OTT Krakatau Steel

Nasional krakatau steel OTT KPK
Husen Miftahudin • 23 Maret 2019 14:06
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menangkap dua orang terkait suap proyek Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang melibatkan salah satu direktur di PT Krakatau Steel. Keduanya diamankan Komisi Antirasuah pada pagi ini.
 
"Sampai pagi ini ada dua orang lagi yang dibawa ke kantor KPK," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah saat dihubungi, Jakarta, Sabtu, 23 Maret 2019.
 
Febri menyebutkan, kedua orang yang ditangkap berasal dari kontraktor swasta dan pegawai BUMN. Namun, Febri masih belum dapat memerinci identitas keduanya, termasuk peran mereka dalam kasus dugaan suap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan diamankannya kedua orang ini, KPK telah mengamankan total enam orang yang diduga terlibat transaksi suap terkait proyek di BUMN. KPK sebelumnya menangkap tangan seorang direktur PT Krakatau Steel dan tiga pihak dari unsur swasta. Keempatnya dicokok di dua tempat terpisah, Jakarta dan kawasan BSD City, Tangerang Selatan.
 
Selain menangkap para terduga pelaku, penyidik KPK juga menyita sejumlah uang dalam bentuk rupiah dan dolar Amerika Serikat. Lembaga Antirasuah menduga transaksi kotor pihak perusahaan pelat merah dan swasta itu dilakukan dengan cara tunai dan transfer melalui salah satu rekening bank.
 
Baca juga:Krakatau Steel Jalankan Dua Proyek Besar di 2019
 
Saat ini, mereka yang dicokok sudah berada di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif. KPK memiliki waktu maksimal 1x24 jam untuk menentukan status hukum dari pihak-pihak yang diamankan tersebut.
 
Sementara itu Direktur PT Krakatau Steel (Persero) (PTKS) Tbk Silmy Karim terus memantau perkembangan terkait tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada salah satu direkturnya. Proses hukum yang terjadi bakal dihormati.
 
Silmy memastikan tindakan pelanggaran yang dilakukan pihak terlibat merupakan urusan pribadi. Evaluasi internal terhadap jajaran direksi perusahaan BUMN yang bergerak dibidang produksi baja ini tetap bakal dilakukan.
 
Mantan Dirut PT Pindad (Persero) ini menegaskan dirinya tengah memikul tangung jabwab besar setelah ditunjuk Menteri BUMN Rini Soemarno membenahi perusahaan baja yang beroperasi di Cilegon, Banten. Silmy berjanji bakal memberikan perubahan pisitif serta menjalankan amanat dengan baik.
 
"Saya kan ditugasi Ibu Menteri (BUMN) untuk membenahi Krakatau Steel," kata Silmy kepada Medcom.id, Jumat, 23 Maret 2019.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif