Kejaksaan Agung. Foto: MI
Kejaksaan Agung. Foto: MI

Penyidik Kejagung Diminta Fokus Usut Korupsi CPO 3 Perusahaan

Antara • 19 Mei 2022 06:36
Jakarta: Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin meminta Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) beserta tim penyidik fokus terhadap pembuktian perkara pemberian persetujuan ekspor (PE) CPO terhadap tiga perusahaan. Ketiga perusahaan itu yakni PT Wilmar Nabati Indonesia, PT Permata Hijau Group, dan PT Musim Mas.
 
"Kami menekankan kepada tim penyidik untuk percepatan pemberkasan agar pemeriksaan difokuskan pada pembuktian terhadap para pelaku yang telah ditetapkan menjadi tersangka sehingga tidak perlu memanggil pihak-pihak yang tidak terkait dengan perkara," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Ketut Sumedana dikutip dari Antara, Kamis, 19 Mei 2022.
 
Ketut mengatakan tim penyidik masih fokus melakukan pemeriksaan terhadap tiga perusahaan yang menerima fasilitas ekspor tersebut. Saat rilis penetapan tersangka pada Selasa, 19 April 2022, ada satu perusahaan lain yang mendapat izin ekspor bersama PT Wilmar Nabati Indonesia, yakni PT Multimas Nabati Asahan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Artinya, total ada empat perusahaan diduga terlibat. Namun, Jaksa Agung saat ini memerintahkan penyidik fokus pembuktian perkara terhadap tiga perusahaan tersebut.
 
"Pernyataan tersebut bukan keterangan resmi dari Kejaksaan Agung sehingga pemberitaan dimaksud tidak menjadi bias dan mengaburkan substansi perkara yang sedang ditangani," kata Ketut.
 
Baca: Penerimaan Gratifikasi Dirjen Kemendag Terkait Ekspor CPO Diselisik
 
Terpisah, Direktur Penyidikan Jampidsus Supardi mengatakan pihaknya baru memperoleh fakta keterlibatan tiga perusahaan yang telah dijadikan tersangka. Bukan berarti perusahaan yang sempat disebutkan namanya tersebut tidak memiliki bukti keterlibatannya.
 
"Faktanya baru diperoleh itu (tiga perusahaan), makanya kami cari dulu, apakah dia (perusahaan lain) terkait itu juga," kata Supardi.
 
Penyidik Jampidsus telah menetapkan lima tersangka dalam perkara ini. Pertama, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Dirjen Daglu) Indrasari Wisnu Wardhana.
 
Kedua, Master Parulian Tumanggor selaku Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia. Ketiga, Stanley MA selaku Senior Manager Corporate Affairs PT Pelita Agung Agrindustri/Permata Hijau Group. Keempat, Picare Tagore Sitanggang selaku General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas.
 
Tersangka kelima yang baru ditetapkan Selasa, 17 Mei 2022 bernama Lin Che Wei. Ia merupakan seorang ekonom yang diketahui bekerja sama dengan tersangka Indrasari Wisnu Wardhan dalam penerbitan persetujuan ekspor (PE) kepada tiga produsen CPO. 
 
Lin Che Wei menjadi konsultan di tiga perusahaan yang dinilai melanggar ketentuan ekspor CPO. Penyidik tengah menelusuri dugaan suap Lin Che Wei kepada Dirjen Dalgu Kemendag yang telah menerbitkan izin ekspor CPO terhadap tiga perusahaan tersebut.
 
Perbuatan para tersangka dinilai mengakibatkan timbulnya kerugian perekonomian negara, yaitu kemahalan serta kelangkaan minyak goreng. Sehingga, terjadi penurunan konsumsi rumah tangga dan industri kecil yang menggunakan minyak goreng dan menyulitkan kehidupan rakyat.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif