DJ Una. Dok. Instagram
DJ Una. Dok. Instagram

Honor DJ Una dari DNA Pro Tak Akan Diserahkan ke Polisi

Nasional polisi dj una Investasi Bodong Penipuan investasi Robot Trading
Siti Yona Hukmana • 26 April 2022 07:14
Jakarta: Pengacara Disk Jockey (DJ) Putri Una Astari Thamrin alias DJ Una, Yafet Y W Rissy, memastikan kliennya tak akan mengembalikan honor manggung yang diterima dari DNA Pro Akademi. Sebab, bayaran dari perusahaan investasi bodong itu dianggap legal.
 
"Enggak ada pengembalian uang dan dana, karena tidak ada aliran dana yang ilegal. Semua diterima sebagai seniman profesional," kata Yafet di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin, 25 April 2022.
 
Menurut dia, polisi tidak membahas pengembalian uang tersebut. Polisi hanya menanyakan keterlibatan DJ Una dengan perusahaan ilegal tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yafet mengatakan kliennya memiliki kontrak kerja profesional dengan DNA Pro. Menurut dia, DJ Una bisa dipermasalahkan apabila menerima uang tanpa bekerja.
 
"Ini ada kontrak resmi ditandatangani DNA dan manajemen. Jadi, bukan sama Una. Itu hubungan profesional kerja karena sudah perform dan terima honor," ungkap Yafet.
 
Namun, dia emoh membeberkan nominal honor yang diterima DJ Una. Menurut dia, hal itu rahasia kliennya yang tidak bisa diumbar.
 
"Yang jelas ada honor yang diterima karena diundang perform sebagai seniman DJ profesional," ujar dia.
 
Baca: Diperiksa 7 Jam Lebih, DJ Una Jelaskan soal Investasi di DNA Pro
 
Yafet menyebut kliennya pernah menggung dalam acara DNA Pro yang digelar di The Westin Surabaya, Jawa Timur, pada September 2021; Kempinski, Jakarta Pusat; dan Jelambar, Bali pada Desember 2021. DJ Una manggung selama 1-2 jam.
 
Selain DJ Una, Yafet mengatakan ada penyanyi lainnya yang ikut memeriahkan acara DNA Pro. Akibat kejadian ini, Una disebut akan hati-hati dalam menerima pekerjaan.
 
"Saya ingin tegaskan bahwa klien kami dan tim kuasa hukum saja mendukung tim Polri untuk usut tuntas kasus ini. Kami berharap seluruh pelaku dan semua yang ada dalam kaitannya di sini diseret ke pengadilan. Kami harap dananya dikembalikan itu saja," ujar Yafet.
 
Polisi tengah menelusuri aset para tersangka dan memeriksa para artis yang diduga menerima aliran dana dari tersangka. Pengusutan aliran dana guna mengembalikan kerugian korban. Polisi menaksir kerugian korban investasi bodong DNA Pro mencapai Rp97 miliar.
 
Bareskrim Polri menetapkan 12 tersangka dalam kasus DNA Pro. Sebanyak lima tersangka masih dalam daftar pencarian orang (DPO) alias buron.
 
Sementara itu, tiga tersangka, yakni Daniel Zii, Eliazar Daniel Piri, dan Ferawaty sudah dicekal dan diterbitkan red notice. Ketiganya diduga berada di Turki.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif