Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet. (Foto: MI/Adam Dwi)
Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet. (Foto: MI/Adam Dwi)

Ratna Sarumpaet Minta Dirujuk ke Rumah Sakit

Nasional Kabar Ratna Dianiaya
Siti Yona Hukmana • 11 Juni 2019 10:16
Jakarta: Terdakwa penyebar berita bohong Ratna Sarumpaet meminta dirujuk ke rumah sakit. Pihak Ratna mengaku telah mendapatkan pengantar rujukan ke rumah sakit dari Klinik Pratama Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya.
 
"Biddokes sudah mengeluarkan surat pengantar untuk dirujuk ke rumah sakit," kata Kuasa Hukum Ratna, Insank Nasruddin, kepada Medcom.id di Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019.
 
Meski begitu, Ratna belum dirujuk. Ia masih berada di ruang tahanan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya. Ratna kini menunggu keputusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan ke rumah sakit mana akan dirujuk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Walaupun Biddokes sudah mengeluarkan surat pengantar untuk dirujuk ke rumah sakit, yang menentukan tetap majelis hakim. Karena, beliau dalam status penahanan pengadilan majelis hakim," kata Insank.
 
Menurut dia, kliennya memang harus mendapatkan perawatan intensif. Berdasarkan surat pengantar rujukan, ibunda artis Atiqah Hasiholan itu mengalami banyak keluhan kesehatan.
 
Baca juga:Ratna Sarumpaet Sempat Sakit Leher Jelang Pleidoi
 
"Tensinya tinggi, kalau lihat dari surat rujukan kalau enggak salah 160. Kemudian di belakang leher nyeri, beliau juga mengalami pusing," bebernya.
 
Ratna sedianya menghadapi sidang pleidoi pada Selasa, 18 Juni 2019. Dalam hal ini, Ratna mengaku sudah menyiapkan diri.
 
"Pertama adalah pembelaan oleh Ratna Sarumpaet secara pribadi, selanjutnya pembelaan dari kuasa hukum," kata Insank Nasruddin, Jumat, 7 Juni 2019.
 
Insank menyebut dalam sidang pleidoi, Ratna akan mengajukan pembelaan terkait dirinya berbohong dan tekanan-tekanan yang dia terima atas kebohongannya. Sementara itu, kuasa hukum akan membela secara fakta hukum.
 
Ratna didakwa melanggar Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Dia dinilai telah menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dan dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif