Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan. Foto: Medcom.id/Fachrie Audhia Hafiez
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan. Foto: Medcom.id/Fachrie Audhia Hafiez

Aset Tersangka D Kasus Robot Trading Net89 Disita, Nilainya Rp858 Juta

Siti Yona Hukmana • 24 November 2022 21:48
Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menyita aset D, tersangka kasus penipuan investasi berbentuk Robot Trading Net89. Aset yang disita mencapai Rp858 juta.
 
"Penyidik menyita sejumlah barang bukti dari tersangka D alias ED yaitu yang pertama uang tunai Rp300 juta," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 24 November 2022.
 
Ramadhan mengatakan penyidik juga menyita satu unit mobil D. Mobil itu senilai Rp270 juta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, menyita satu jam tangan mewah merek Rolex. Harganya sangat fantastis, yakni mencapai Rp250 juta.
 
"Kemudian menyita tas mewah LV senilai Rp32 juta, satu unit laptop senilai Rp6 juta dan satu unit HP," beber Ramadhan.
 
Penyitaan dilakukan pada Selasa, 22 November 2022. Pada hari yang sama, polisi juga menyita Gedung Tower PT SMI Net89 di BSD Boulevard Utara, Tangerang senilai Rp715 miliar dan kantor PT SMI Net89 di Ruko Foresta Bisnis Tangerang senilai Rp11 miliar.
 
Sebelumnya, polisi juga menyita aset tersangka Reza Paten alias Reza Shahrani (RS). Aset itu berupa bandana yang dilelang publik figur Atta Halilintar dan sepeda yang dilelang Taqy Malik. Polisi juga menyita dua mobil Reza dengan masing-masing seharga Rp2,7 miliar dan Rp690 juta.
 
Kemudian, penyidik juga menyita aset tersangka AL. Aset itu berupa satu unit mobil senilai Rp1,5 miliar. Polisi juga telah memblokir 83 rekening milik delapan tersangka.

Kronologi kasus

Kasus berawal saat 230 korban melaporkan penipuan investasi berbentuk Robot Trading Net89 ke Bareskrim Polri pada 26 Oktober 2022. Para korban merugi hingga Rp28 miliar. Laporan korban teregister dengan nomor LP/B/0614/X/2022/SPKT/Bareskrim Polri.
 
Total ada 134 terlapor, lima di antaranya publik figur. Kelima publik figur adalah YouTuber, Atta Halilintar; penceramah, Taqy Malik; keyboardist, Kevin Aprillio; drummer band Nidji, Adri Prakarsa; dan motivator, Mario Teguh.
 
Atta Halilintar terseret karena melelang bandana atau headband kepada tersangka Reza Paten atau Reza Shahrani senilai Rp2,2 miliar. Taqy Malik terseret juga karena melelang sepeda Rp777 juta kepada Reza Paten.
 
Sedangkan, Kevin Aprillio dan Adri Prakarsa terseret karena disebut member dari Robot Trading Net89 PT SMI. Keduanya disebut mempromosikan Robot Trading Net89.
 

Baca juga: Gedung Tower dan Kantor Net89 di Tangerang Senilai Rp726 Miliar Disita Polisi


 
Lalu, Mario Teguh terseret karena sempat memberikan pelatihan kepada Reza Paten. Atta, Kevin, Mario Teguh, dan Taqy Malik telah diperiksa beberapa waktu lalu. Sementara itu, Adri Prakarsa belum dijadwalkan.
 
Polisi tidak menyita uang Rp2,2 miliar dari Atta dan Rp777 juta dari Taqy Malik. Atta menggunakan fulus miliaran rupiah itu untuk santunan dan pembangunan rumah ibadah. Begitu pula Taqy, dia menggunakan uang ratusan juta untuk membangun masjid di wilayah Bogor, Jawa Barat.
 
Polisi telah menetapkan delapan tersangka. Mereka ialah AA selaku pendiri atau pemilik Net89, LSH selaku Direktur Net89 PT Simbiotik Multitalenta Indonesi (SMI), ESI selaku Founder Net89 PT SMI.
 
Tersangka RS (Reza Paten), Hanny Suteja (HS), AL, FI, dan D selaku Subexchanger Net89 PT SMI. Penyidikan kasus tersangka Hanny Suteja gugur demi hukum, karena dia tewas akibat kecelakaan pada Minggu, 30 Oktober 2022.
 
(END)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif