Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. MI/Susanto
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. MI/Susanto

Terpopuler Nasional, Alasan Pembentukan Satgas Penagihan BLBI Hingga Derek Liar

Nasional KPK polri Jalan Tol Kasus BLBI BLBI presiden joko widodo Berita Terpopuler Hari Ini Berita Terpopuler Nasional
Renatha Swasty • 16 April 2021 07:09
Jakarta: Pemerintah tak hilang akal menagih obligor atau debitur yang masuk daftar tagih Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Pemerintah membentuk Satgas Penagihan BLBI.
 
Alasan pemerintah membentuk Satgas Penagihan BLBI paling banyak dibaca dalam kanal Nasional Medcom.id sepanjang Kamis, 15 April 2021. Setidaknya ada dua alasan pemerintah membentuk satgas.
 
Pertama, Presiden Joko Widodo baru menjabat. Kedua, penagihan baru dilakukan karena sebelumya ada kasus pidana yang berproses di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca selengkapnya di sini
 
Berita soal puluhan obligor masuk daftar tagih BLBI juga paling menarik perhatian pembaca Medcom.id sepanjang kemarin. Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut mereka menerima kucuran bantuan pada 1998 sebagai stimulus perekonomian.
 
"Pemerintah itu membuat kucuran dana untuk BLBI, untuk 48 obligor. Jadi pada waktu itu. Kan sudah ada yang ditagih, sudah ada yang lunas, dan sebagainya, nanti kita beritahu kepada masyarakat. Siapa-siapa yang lunas," kata Mahfud dalam konferensi pers di akun Youtube Kemenko Polhukam, Kamis, 15 April 2021.
 
Baca selengkapnya di sini
 
Berita yang tak kalah paling menarik perhatian pembaca ialah soal derek liar di tol. Polda Metro Jaya menangkap pelaku derek liar di Gerbang Tol (GT) Halim, Jakarta Timur, tepatnya di KM 10 Cikunir arah Bekasi.
 
Polisi menangkap YJ. Dia ditetapkan sebagai tersangka terkait pelanggaran rambu lalu lintas dan kelengkapan surat-surat kendaraan.
 
"Memang dia ini menggunakan derek, tapi surat tanda nomor kendaraan (STNK) sudah mati sejak 2012 dan dia menggunakan surat izin mengemudi (SIM) A untuk kendaraan roda empat biasa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 15 April 2021.
 
Baca selengkapnya di sini
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif